Keajaiban Seni Bela Diri Asia di Ong Bak 2

Ong_bak_2_poster
Sebelumnya dia hanya seorang stuntman bernama Panom Yeerum yang bekerja dengan penuh pengabdian di industri film Thailand, menanti datangnya sang dewi fortuna menghampirinya, tapi saat ini sang stuntman telah menemukan keberhasilannya. Merubah namanya menjadi lebih komersial dan lebih mudah untuk dimengerti oleh masyarakat Internasional, Tony Jaa mungkin adalah salah satu bintang aksi laga Asia paling terkenal saat ini di seantero jagad. Film yang berhasil mengangkat karirnya secemerlang sekarang tidak lain dan tidak bukan adalah “Ong Bak,” dimana dia berhasil memikat para penikmat film laga dengan berbagai stunt mencengang dan aksi Thai Boxing juga berbagai pertunjukan akrobat bela diri khas negerinya yang mengagumkan. Yang lebih memberikan nilai tambah dan membuat para penonton berdecak kagum dari film ini adalah kenaturalan setiap adegan laganya, tanpa menggunakan kabel, maupun efek komputer, namun hanya kemampuan bela diri dan akrobat sang pemain yang menciptakan berbagai pertunjukan aksi yang maut sekaligus mengagumkan. Film “Ong Bak” ini juga secara tidak langsung telah membawa nama Thailand di peta perfilman dunia dan tentunya terpancang dalam ingatan setiap penggemar film aksi di seluruh belahan jagad.
Sekarang, si petarung Muay Thai kembali mempersembahkan aksi2 terbarunya dalam film yang juga sebagian besar diarahkannya sendiri yaitu “Ong Bak 2.” Meskipun judulnya menyiratkan film ini sebagai lanjutan dari film terdahulu yang telah membesarkan namanya, namun film baru ini sama sekali tidak ada hubungan cerita dengan “Ong Bak” pertama tersebut. Setting nya pun sama sekali berbeda, bila di film pertama bersetting di zaman sekarang, tapi di film ini setting dan waktu cerita akan dibawah mundur ke zaman kerajaan lampau. Film ini juga seakan menjadi proyek ambisius sang aktor yang juga bersama sang mentor, sutradara dan juga koreografer handal Thailand bernama Panna Rittikrai, menyusun naskah ceritanya sekaligus menjadi salah satu produser disini. Karena berbagai masalah yang terjadi saat syuting berlangsung yang akhirnya membuat Tony angkat tangan saat produksi hampir mencapai tahap akhir, sang mentor turun tangan untuk kemudian membantu menyelesaikan filmnya yang akhirnya berhasil digarap sesuai jadwal juga. Bukan hanya itu, film ini juga tercatat sebagai film Thailand paling mahal yang pernah dibuat, dengan budget yang dikabarkan telah melebihi tiga kali lipat dana yang sebelumnya dipersiapkan yaitu 300 juta baht.
ong_bak_2_image
Ceritanya mengambil waktu dimasa kejayaan raja Naresuan di Thailand, ada seorang pria bernama Tien yang lahir dari kalangan berkecukupan tapi kemudian segalanya itu hilang darinya ketika kedua orang tuanya terbunuh secara mengenaskan. Sejak masa kecilnya Tien telah mempelajari Khon, sebuah bentuk tarian tradisional yang biasanya dimiliki oleh keluarga kerajaan. Yang tidak diketahuinya bahwa seni tarian ini justru akan menjadi aset yang sangat berharga bagi dirinya. Setelah menyaksikan sendiri kedua orang tuanya tewas ditangan para pembunuh saat usianya masih 10 tahun, Tien terpaksa menjalani kehidupan jalanan yang kemudian membawanya kepada sekelompok pencuri yang mengajarinya bagaimana berkelahi dan juga merampok. Tien akhirnya tumbuh dalam kedua keahlian itu dan setelah dewasa menjadi pimpinan para perampok. Nasib kembali membawanya bertemu dengan orang yang bertanggung jawab atas kematian kedua orang tuanya dulu, orang yang juga akan menggelar sebuah kompetisi bela diri untuk mencari para petarung terbaik untuk menjadi pekerjanya. Tien berhasil melalui berbagai tes dalam kompetisi dengan sangat baik dan memuluskan jalannya menjadi ajudan sang tuan Rachasana. Terbukalah jalan bagi Tien untuk menuntaskan dendamnya yang telah mendarah daging, namun untuk menghabisi sang tuan ternyata bukanlah perkara yang gampang, Tien harus mengerahkan setiap kemampuan dan kecerdasan yang dimilikinya untuk bisa membalas dendam pada sang pembunuh.

Setelah kemarin kita telah berkesempatan menyaksikan kelihaian Donie Yen dalam menampilkan ilmu Wing Chun yang begitu menawan dalam “Ip Man,” dalam film “Ong Bak 2” ini kita kembali mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan kembali satu ilmu laga luar biasa dari negara Asia lainnya Thailand yang menggabungkan ilmu bela diri Muay Thai dengan tarian topeng khas Thai bernama Khon. Film yang sangat layak ditunggu tentunya, dengar2 juga kabarnya Tony Jaa saat ini sedang menyiapkan kelanjutan film ini sama seperti Donie Yen yang juga akan segera memproduksi kelanjutan “Ip Man” dimana cerita akan berfokus pada pertemuannya dengan sang murid andalan, Bruce Lee. (JC)

Foto foto film "Ong Bak 2" lainnya cek di galeri foto.

Film Film Pilihan Di 2009

Ditahun 2008 kemarin tentunya telah menyisakan berbagai kenangan terbaik dan terburuk kepada kehidupan kita, Begitupun dalam dunia perfilman, baik di Indonesia maupun di dunia, Satu rekor yang pasti sangat mudah teringat dan telah menciptakan stamp tersendiri di tahun lalu adalah film “The Dark Knight” yang sukses memecahkan berbagai rekor dan menjadi film terlaris kedua sepanjang masa setelah “Titanic”. Di Indonesia pun tidak kalah ada sebuah film yang menjadi sensasi tersendiri dan menjadi blockbuster terlaris di negeri ini yaitu “Laskar Pelangi.” Kondisi yang kurang mengenakkan sendiri yang terjadi di dekade 2008 adalah dimulainya krisis ekonomi di negara adidaya Amerika yang imbasnya tentu berasa di berbagai belahan dunia dan di Indonesia, tapi keoptimisan tentunya harus tetap kita junjung tinggi bahwa 2009 keadaan akan mulai pulih secara perlahan walaupun mungkin banyak yang disekitar kita yang terus beranalis dan melontarkan berbagai hal yang tidak mengenakkan. Bagaimana dengan dunia perfilmannya sendiri? Beberapa judul yang cukup menarik tampaknya telah siap dilemparkan ke pasaran oleh berbagai studio film di Hollywood sana, walaupun di Amerika saat ini masih dilanda oleh ancaman krisis keuangan dan aksi mogoknya para aktor yang direncanakan akan dimulai pada awal tahun ini dimana sedikit banyak akan mempengaruhi juga kinerja para sineas disana. Anyway, berikut akan coba saya rangkum beberapa judul yang cukup boleh dijadikan pilihan untuk tontonan kita sepanjang tahun 2009 nanti. Urutannya adalah berdasarkan jadwal tayangnya di Amerika yang semoga tidak berbeda jauh dengan penayangannya nanti di Indonesia.


-->Red Cliff 2 (Rilis: 7 Januari)
Kelanjutan dari Red Cliff, karya monumental John Woo yang menjadi produksi film termahal yang pernah dibuat di China. Di bagian kedua ini akan terjawab sudah pertempuran terbesar yang pernah terjadi di tebing merah ini lewat hasil ilustrasi Woo. Bagi yang sebelumnya menonton bagian pertama dan cukup kecewa karena belum menyaksikan pertempuran sebenarnya maka semoga anda bisa terpuaskan di bagian lanjutan ini yang tentunya akan menawarkan adegan perang berskala epik dan luar biasa.

-->Bride Wars (R: 9 Januari)
Tipikal komedi romantis yang bercerita tentang persaingan dua cewek yang disini dibintangi oleh dua bintang cantik Anne Hathaway dan Kate Hudson.
Cukup mengasikkan dan lucu abis bagi yang menyukai tema film seperti ini.

-->The Unborn (R: 9 Januari)
Horor yang disutradarai oleh penulis skenario film terlaris tahun lalu yaitu “The Dark Knight,” tapi tentunya ga menjanjikan kalau film ini akan sebagus petualangan Batman itu loh.
Ceritanya cukup klise, ada cewek yang dihantui oleh roh kembarannya yang ingin terlahir kembali dan mulai menyebarkan terror ke dalam kehidupan sang cewek dan orang2 terdekatnya.

-->Underworld: Rise of the Lycans (R: 23 Januari)
Film ketiga yang akan melanjutkan dua film Underworld terdahulu yang sempat populer karena ada vampir seksi yang diperankan oleh Kate Beckinsale.
Tapi jangan harap kalo Kate bakal muncul lagi disini karena film ini sebenarnya sama sekali bukan lanjutan langsung dari dua film terdahulu tapi lebih tepat disebut sebagai prequelnya karena ceritanya adalah mengenai asal usul kedua klan vampir dan manusia serigala dan hal yang menyulut dendam diantara keduanya. Sosok Kate akan digantikan oleh bintang asal Inggris lainnya yang tentunya tidak kalah seksi dan tangguh yaitu Rhona Mitra. Boleh nih ditunggu filmnya.

-->The Uninvited (R: 30 Januari)
Hasil reka ulang Hollywood dari film horor laris asal Korea Selatan yaitu “A Tale of Two Sisters.” Menilik dari trailernya yang sudah beredar sih, kayanya versi barat ini ga bakalan sebegitu fenomenal karya aslinya, secara ada beberapa adegan khas horor barat yang ditambahkan dan terasa bakal membelokkan esensi versi Koreanya yang sebenarnya sudah sangat bagus itu. Sebenarnya inilah yang selalu bikin horor remake Hollywood itu gagal mencapai hal yang telah dicapai karya asli yang diconteknya. Termasuk film ini, mungkin.


-->Coraline (R: 6 Februari)
Sebuah Animasi stop motion yang unik dan diangkat dari karya penulis Amerika terkenal Neil Gaiman, ceritanya adalah tentang seorang gadis bernama Coraline yang secara tidak sengaja menemukan sebuah lorong yang menuju sebuah dunia paralel yang sangat fantastis. Tapi ternyata ada misteri yang mengerikan dari dunia yang awalnya sangat indah bagi Coraline itu.

-->The Pink Phanter 2 (R: 6 Februari)
Tentunya kelanjutan film komedi Pink Phanter yang telah dihidupkan kembali oleh komedian Steve Martin. Martin kembali kepada perannya sebagai inspektur kikuk Clouseau yang disini harus bergabung dengan detektif2 dari negara lain untuk menciduk maling andal bernama The Tornado.
Kalo di film pertamanya dulu ada tokoh cewek seksi yang diperankan oleh penyanyi terkenal Beyonce, kali ini gantinya adalah salah satu wanita tercantik didunia, aktris terkenal asal Bollywood yaitu Aishwarya Rai.

-->Push (R: 6 Februari)
Film sci-fi petualangan yang kayanya agak mirip2 film tahun lalu yang juga beredar di bulan februari yaitu “Jumper”, Ceritanya sama2 tentang beberapa anak muda yang punya kemampuan luar biasa khusus yang dikejar oleh organisasi yang coba memanfaatkan kelebihan mereka, dan pemimpin pengejarannya pun adalah seorang pria kulit hitam.

-->Friday the 13th (R: 13 Februari)
Waktu edarnya sakral banget, Jumat tanggal 13 Februari, seakan ingin menggambarnya betapa horornya film satu ini. Yang udah pernah nonton film lawas berjudul yang sama, anda tidak salah kalo menyangka film ini adalah hasil remake film lama tersebut. Sang pembunuh bertopeng Jason Voorhees yang telah begitu sangat terkenal akan coba dihidupkan kembali berikut aksi2 sadisnya dalam meneror para remaja yang berani menginjakkan kaki di daerah kekuasaannya Crystal Lake.

-->Street Fighter: The Legend of Chun-Li (R: 27 Februari)
Film kedua yang mencoba mengadaptasi video game laris Street Fighter, kali ini ceritanya akan lebih berfokus pada karakter Chun Li, sejarah kehidupannya dan perjuangannya menegakkan keadilan.
Chun Li sendiri akan diperankan oleh Kristin Kreuk, yang cukup dikenal saat memerankan karakter Lana Lang dalam serial sukses “Smallville”


-->Watchmen (R: 6 Maret)
Film superhero perdana yang akan mengawali parade film sejenis lainnya disepanjang 2009, tapi yang satu ini cukup unik dan menarik karena lumayan berbeda. Ceritanya diset di dunia alternatif tahun 1985, ceritanya mengikuti beberapa karakter superhero ditengah2 berkecamuknya ketegangan antara Amerika dan Uni Soviet.
Sutradaranya adalah Zack Snyder yang sebelumnya sudah sangat sukses dalam dua film adaptasi komik lainnya, “Sin City” dan “300”

-->Duplicity (R: 20 Maret)
Julia Roberts kembali berakting ditemani oleh Clive Owen yang pernah juga berduet dengannya dalam film “Closer”. Disini dia akan menjadi agen mata2 yang akan bergabung dengan agen lainnya yang diperankan oleh Clive dalam menyusun strategei licik dalam memanipulasi sebuah perusahaan.

-->Fast & Furious (R: 3 April)
Film keempat dari serial balap2an terkenal ini akan kembali mempertemukan seluruh pemeran utama dari film perdananya yang juga ikut mengangkat dan diangkat namanya oleh film ini.
Masih tetap mengangkat cerita yang cukup serupa dari 3 film terdahulu dan merupakan kelanjutan dari film keduanya tapi mengambil masa sebelum film ketiga. Vin Diesel dan Paul Walker diceritakan akan bertemu kembali dan bergabung untuk menghentikan aksi para pembalap2 penjahat lainnya.

-->Dragonball Evolution (R: 8 April)
Adaptasi layar lebar dari serial anime sukses asal Jepang berjudul sama, tokoh2 terkenal seperti Goku, Picollo, Master Roshi, Gohan dan Bulma akan dihidupkan oleh aktor2 yang meliput aktor terkenal Hong Kong Chow Yun-Fat yang berperan sebagai Roshi.

-->X-Men Origins: Wolverine (R: 1 Mei)
Film spin-off dari adaptasi komik terkenal X-Men, kali ini ceritanya tentu akan lebih berfokus pada tokoh Wolverine itu sendiri. Mengikuti sepak terjangnya sebelum menjadi superhero bersenjata pedang adamantium yang mengalir dalam darahnya. Keikutsertaannya dalam program Weapon X dan interaksinya dengan sahabat sekaligus musuh bebuyutannya Sabretooth.
Berbagai aksi seru dan mendebarkan tentunya akan siap digelar habis2an disini ditengah penampilan Hugh Jackman yang megang banget perannya sebagai Wolverine ditemani oleh munculnya tokoh2 mutant yang belum pernah ditampilkan dalam seri2 sebelumnya seperti Gambit, Deadpool, Kestrel, Emma Frost dan Banshee.


-->Star Trek (R: 8 Mei)
Hasil kreasi J.J Abrams yang mencoba menghidupkan kembali serial petualangan luar angkasa ternama ini dengan menceritakannya dari awal bermulanya para jagoan seperti Kapten Kirk dan Spock menjadi awak utama U.S.S Enterprise. Membawa cerita pada masa muda para tokoh ini tentunya semua pemeran utama film ini akan digawangi oleh para aktor2 muda dan baru yang akan lebih membawa kesegaran pada cerita pertarungan antariksa super seru ini.

-->Angels & Demons (R: 15 Mei)
Film kedua yang akan melanjutkan petualangan tokoh bernama Robert Langdon dari hasil adaptasi novel perdana yang sangat controversial “The DaVinci Code”. Tom Hanks kembali akan berperan sebagai Langdon, profesor simbologi dari universitas Harvard yang disini akan menyelidiki kasus pembunuhan yang melibatkan organisasi terlarang Illuminati.

-->Terminator Salvation (R: 22 Mei)
Petualangan seru di masa mendatang yang melanjutkan seri2 Terminator terdahulu. Christian Bale akan kembali mengemban tanggung jawab penting disini yaitu menjadi tokoh John Connor yang baru setelah sebelumnya telah berhasil dengan baik menyawakan tokoh Batman versi baru.
Ceritanya digelar pada tahun 2018 ketika John Connor, pria yang ditakdirkan untuk menjadi pemimpin umat manusia untuk melawan Skynet dan pasukan Terminatornya, telah beranjak dewasa dan memulai perjuangannya melawan para cyborg pembunuh itu.
Yang menjadi tanda Tanya besar disini apakah aktor laga terkenal yang telah alih tugas menjadi gubernur California itu yaitu Arnold Schwarzenegger akan kembali tampil untuk melanjutkan peran yang telah membesarkan namanya juga mempopulerkan line “I’ll Be Back” itu.

-->Up (R: 29 Mei)
Film animasi 3D terbaru dari Pixar dan Disney yang kembali akan menampilkan keajaiban dalam dunia animasi CGI.
Ceritanya adalah tentang kakek yang menjalani petualangan di angkasa dengan menumpangi rumahnya sendiri yang diterbangkan oleh jutaan balon.

-->Transformers: Revenge of the Fallen (R: 26 Juni)
Kelanjutan dari petualangan mengasikkan para robot super pengalih bentuk Autobots yang kembali mencoba menyelamatkan dunia dari tangan para robot jahat Decepticons.
Kali ini Sam Witwicky akan menemukan sesuatu tentang asal mula para Transformers ini dan sejarah mereka di planet bumi. Robot2 jahat dari klan Decepticons tentunya akan coba kembali menangkapnya untuk mendapatkan informasi ini. Setting film kelanjutan ini akan dibuat lebih megah lagi dengan memboyong para kru dan pemain untuk syuting langsung ditengah piramid2 di Mesir dan tentunya kemunculan karakter robot2 baru yang pernah muncul di serial kartunnya dulu.


-->Ice Age: Dawn of the Dinosaurs (R: 1 Juli)
Kelanjutan dari seri animasi layar lebar sukses Ice Age, sesuai dengan judulnya para binatang purba yang menjadi karakter utama disini akan kembali melanjutkan petualangan mereka yang akan diramaikan oleh kemunculan para dinosarus.

-->Public Enemies (R: 1 Juli)
Film gangster bersetting tahun 1930-an yang akan dibintangi oleh Johnny Depp yang selalu mendapatkan peran2 unik dalam perjalanan karirnya dan Christian Bale yang lagi laris manis dalam film calon blockbuster keduanya di tahun 2009.
Bale akan berperan sebagai agen FBI yang mencoba menghentikan aksi kriminalitas sebuah kelompok musuh masyarakat yang dipimpin oleh Johnny Depp.

-->2012 (R: 10 Juli)
Apa yang akan terjadi diakhir tahun 2012 nanti? Beberapa orang berspekulasi tentang hal besar yang akan menimpa dunia, begitu juga dengan sutradara Hollywood yang terkenal dengan film2 bencananya Rolland Emmerich.
Dalam film ini Rollan akan menggambarkan keadaan dunia yang akan rusak parah oleh berbagai bencana alam yang terjadi pada masa itu, meninggalkan beberapa orang yang selamat tapi harus berjuang untuk tetap mempertahankan hidup mereka.

-->Harry Potter and the Half-Blood Prince (R: 17 Juli)
Film keenam dari petualangan sang penyihir remaja paling populer didunia, Harry Potter. Film ini sudah ditangguhkan dari waktu rilis sebelumnya di bulan November 2008 yang cukup mendapat reaksi keras dari penggemar film dan tokoh ini dari seluruh dunia.
Tetap berdasarkan versi novelnya, cerita akan berputar pada musuh bebuyutan Harry yaitu Voldemort yang semakin mempeerat cengkraman niat jahatnya pada Muggle dan dunia para penyihir. Hogwarts juga tidak menjadi tempat paling aman seperti dulu lagi.

-->G.I. Joe: The Rise of Cobra (R: 7 Agustus)
Adaptasi layar lebar perdana untuk serial kartun dan mainan laris G.I. Joe, ceritanya berseting 10 tahun di masa mendatang dan berfokus pada bangkitnya organisasi Kobra. Tokoh2nya seperti Duke, Snake Eyes, Ripcord, Scarlett dan Jendral Clayton alias Hawk akan muncul semua dalam film ini tentunya dalam berbagai aksi yang dijamin hebat dari film berbudget besar ini.

-->Inglorious Basterds (R: 21 Agustus)
Film terbaru arahan sutradara nyentrik Quentin Tarantino yang akan dibintangi oleh aktor laris Brad Pitt.
Ada dua jalan cerita yang akan digelar dalam film nyentrik berlatar belakang sejarah ini yaitu sekelompok tahanan yang menjadi prajurit dalam misi menjatuhkan sebuah grup Nazi, dan seorang perempuan Yahudi yang mencoba membalas dendam atas kematian orang tuanya kepada grup Nazi ini.

-->Ashecliffe (R: 2 Oktober)
Film berikutnya dari duet sejati sutradara gaek Martin Scorsese dan aktor kesayangannya Leonardo DiCaprio. Dalam aksi thriller ini, Leo yang ditemani oleh Mark Ruffalo akan menjadi dua marsekal Amerika yang menginvestigasi kasus hilangnya seorang pasien dari sebuah rumah sakit. Pasien ini bukan sembarang pasien tapi pembunuh berdarah dingin yang telah melakukan berbagai aksi kriminalitas gila dan diperkirakan bersembunyi disebuah pulau terpencil bernama Shutter Island. Keaadan bertambah parah ketika salah satu mengkhianati yang lainnya, juga badai besar dan kerusuhan yang memerangkap mereka didalam pulau itu.
Film ini didasarkan pada novel pengarang yang tempo hari menghasilkan Mystic River dan Gone Baby Gone yang kelam. Cast pendukungnya juga sangat menjanjikan. Paling tidak mereka pernah menang Oscar atau sebatas nominasi seperti Ben Kingsley, Patricia Clarkson, Michelle Williams dan Jackie Earle Haley.

-->Astro Boy (R: 23 Oktober)
Bagi yang waktu kecilnya sempat menonton dan mengenal tokoh kartun dari Jepang yang cukup sukses ini pasti sudah tahu dari mana ide film animasi CGI ini berasal.
Yah, film ini adalah adaptasi pertama Amerika pada kartun jepang itu yang bercerita tentang sebuah robot kecil bernama Astro Boy yang diciptakan dengan kemampuan super luar biasa oleh seorang profesor jenius berdasarkan sosok anak lelakinya yang hilang. Apakah film ini akan bernasib sama dengan adaptasi kartun Jepang lawas sebelumnya yaitu “Speed Racer” yang ga-tot dipasaran?

-->The Box (R: 6 November)
Bagi yang merindukan aksi aktris cantik Cameron Diaz yang sekarang udah jarang2 tampil di layar lebar, lewat film ini anda punya kesempatan sekaligus menyaksikan untuk pertama kalinya aktris ini tampil dalam sebuah film horor yang sama sekali berbeda dari tipikal film komedi yang selama ini menjadi makanannya.
Ditemani sang pemeran Cyclop dalam X-Men, James Marsden yang menjadi suaminya, Diaz diteror oleh sebuah kiriman kotak misterius yang disertai oleh pesan bahwa apabila mereka menekan tombol di kotak itu akan memberikan mereka keajaiban penghasilan yang melimpah, tapi dengan tumbal nyawa seorang yang tidak mereka ketahui.


-->The Wolfman (R: 6 November)
Aktor latin Benicio del Toro akan berubah wujud menjadi manusia serigala dalam film yang diangkat dari film klasik tahun 1941 berjudul sama. Tetap mengambil setting ditahun 1880-an, film ini menjelaskan asal usul si manusia serigala yang berawal dari kemelut dalam keluarga seorang pria bernama Lawrence Talbot dan kutukan yang akhirnya merubahnya menjadi makhluk menyeramkan itu.

-->Sherlock Holmes (R: 20 November)
Setelah sukses menciptakan imej superhero Iron Man dalam dirinya, Robert Downey, Jr. kembali mencoba satu karakter yang tidak kalah terkenal lainnya yaitu seorang detektif terkenal asal Inggris, Sherlock Holmes dalam film baru reka ulang sang tokoh penyelidik hasil arahan mantan suami Madonna, sang sutradara Inggris Guy Ritchie.
Ceritanya sendiri bukan diangkat dari salah satu novel hasil karya Arthur Conan Doyle tapi dari komik karya Lionel Wigram yang belum diterbitkan. Sosok Holmes dipastikan akan lumayan berbeda dari yang sudah pernah ditampilkan sebelumnya. Disini sang detektif juga bakal diceritakan mempunyai kemampuan bela diri yang lumayan ciamik.

-->New Moon (R: 20 November)
Bagi cewek2 penggemar film Twilight berikut novel serialnya, anda boleh berteriak kegirangan karena dapat kembali melanjutkan menyaksikan kisah cinta Bella dan Edward di film adaptasi novel keduanya, “New Moon” ini dalam waktu yang berselang satu tahun saja dari film pertamanya tadi.
Di bagian kedua ini Edward yang coba menghindarkan Bella dari ancaman dirinya dan keluarganya yang masih tetap vampir yang bisa tergoda untuk mencicipi darah manusia mengambil keputusan untuk menjauhi sang kekasih dan pergi bersama keluarganya dari Forks. Bella yang despresi mencari pelarian pada temannya Jacob yang telah menyadari bahwa dirinya adalah seorang manusia serigala. Para klan manusia serigala ini menjadi pelindung Bella dari kejaran para vampir jahat termasuk Victoria yang ingin membalas kematian kekasihnya James di tangan keluarga Cullen.

-->The Lovely Bones (R: 11 Desember)
Film teranyar Peter Jackson setelah trilogi The Lord of the Rings dan King Kong, diadaptasi dari novel bestseller tahun 2002 karya Alice Sebold, karya satu ini punya cerita yang cukup unik dan sangat berbeda dari karya2 Jackson sebelumnya.
Diceritakan dari sudut pandang orang yang sudah meninggal dan sedang dalam perjalanannya menuju surga, adalah Susie Salmon (diperankan oleh Saoirse Ronan dari “City of Ember”) yang menjadi korban perkosaan dan pembunuhan sang tetangga sendiri yang ternyata adalah seorang pembunuh gadis remaja berantai. Mendapatkan dirinya telah berada di surga, Susie mampu melihat keluarganya yang sangat berduka karena kepergiaannya. Dia juga mampu melihat sang pembunuh yang begitu lihai menutup jejak2 kejahatannya dan siap melakukan aksi terkutuk itu lagi pada korban lainnya. Susie berjuang untuk menyeimbangkan keinginannya untuk membalas dendam kepada sang pembunuh dan mendapatkan keluarganya dipulihkan dari rasa kehilangan pada dirinya.

-->Avatar (R: 18 Desember)
Film berikutnya dari James Cameron setelah pertapaan panjangnya dari menyutradarai film layar lebar sehabis menelurkan film paling laris sepanjang masa di dunia “Titanic”. Semoga hasil riset dan persiapan panjangnya untuk film terbaru ini tidak mengecewakan dan mampu tetap mempertahankan posisinya sebagai seorang sutradara piawai.
Di film sci-fi berteknologi 3D ini, Cameron akan mendemontrasikan berbagai teknik dan alat2 baru dalam penciptaan spesial efek memanjakan mata yang telah menjadi ciri khas film2nya.
Cerita filmnya kira2 akan banyak mengambil seting di luar angkasa dan berputar tentang seorang pria yang tubuhnya menjadi sarang manifestasi sebuah Alien.

Siaga Film: Perempuan Berkalung Sorban

Setelah sukses dengan film Get Married, Hanung Bramantyo bersama Starvision ingin mengulang kembali kesuksesan itu lewat film PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN.

Ini adalah sebuah kisah pengorbanan seorang perempuan, Seorang anak kyai Salafiah sekaligus seorang ibu dan isteri. Anissa (Revalina S Temat), seorang perempuan dengan pendirian kuat, cantik dan cerdas. Anissa hidup dalam lingkungan keluarga kyai di pesantren Salafiah putri Al Huda, Jawa Timur yang konservatif. Baginya ilmu sejati dan benar hanyalah Qur’an, Hadist dan Sunnah. Buku modern dianggap menyimpang

Dalam pesantren Salafiah putri Al Huda diajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan muslim dimana pelajaran itu membuat Anissa beranggapan bahwa Islam membela laki-laki, perempuan sangat lemah dan tidak seimbang

Tapi protes Anissa selalu dianggap rengekan anak kecil. Hanya Khudori (Oka Antara), paman dari pihak Ibu, yang selalu menemani Anissa. Menghiburnya sekaligus menyajikan ‘dunia’ yang lain bagi Anissa. Diam-diam Anissa menaruh hati kepada Khudori. Tapi cinta itu tidak terbalas karena Khudori menyadari dirinya masih ada hubungan dekat dengan keluarga Kyai Hanan (Joshua Pandelaky), sekalipun bukan sedarah. Hal itu membuat Khudori selalu mencoba membunuh cintanya. Sampai akhirnya Khudori melanjutkan sekolah ke Kairo. Secara diam-diam Anissa mendaftarkan kuliah ke Jogja dan diterima tapi Kyai Hanan tidak mengijinkan, dengan alasan bisa menimbulkan fitnah, ketika seorang perempuan belum menikah berada sendirian jauh dari orang tua. Anissa merengek dan protes dengan alasan ayahnya.

Akhirnya Anissa malah dinikahkan dengan Samsudin (Reza Rahadian), seorang anak Kyai dari pesantren Salaf terbesar di Jawa Timur. Sekalipun hati Anissa berontak, tapi pernikahan itu dilangsungkan juga. Kenyataan Samsudin menikah lagi dengan Kalsum (Francine Roosenda). Harapan untuk menjadi perempuan muslimah yang mandiri bagi Anissa seketika runtuh

Dalam kiprahnya itu, Anissa dipertemukan lagi dengan Khudori. Keduanya masih sama-sama mencintai.…

Apakah cinta anissa dan Khudori berakhir di pernikahan? Bagaimana hubungan Anissa dan kedua orang tuanya dan Samsudin suaminya? Apakah Anissa dapat menjadi muslimah seperti yang diinginkan orang tuanya?

Diluar proses penulisan skenario yang cukup panjang, persiapan film ini memakan waktu 3 bulan (dari bulan Juni – Agustus 2008) mulai dari penyusunan konsep, rekruitmen crew dan penyatuan visi dan misi terhadap kumpulan berbagai kreatif yang terlibat hingga casting. Tim kreatif yang dipilih melibatkan Ginatri S. Noor & Hanung Bramantyo (Screenplay), Faozan Rizal (DOP), Oscart Firdaus (Art Director), Wawan I Wibowo (Editor), Adimolana & Adityawan Susanto (Sound), Tya Subiakto (Music Director), Retno Ratih Damayanti (Make Up & Costum), Suatu komposisi tim yang sudah memiliki nama dan kompetensi di dunia perfilman nasional.

Di dalam casting awalnya menemukan banyak sekali kendala, mulai dari pemilihan pemeran utama, Annisa dan juga Pemeran Pendamping Kyai Hanan, sebagai Ayah Annisa. Setelah melalui proses casting yang cukup melelahkan serta diskusi diantara para team kreatif maka terpilihlah Revalina S Temat sebagai Annisa dan Joshua Pandelaki sebagai Kyai Hanan. Selain dua nama tersebut, yang memang sudah tidak asing lagi di dunia perfilman Indonesia, ada sederetan nama aktor dan aktris ternama lainnya, seperti, Widyawati sebagai Nyai atau Ibu Annisa, Cici Tegal sebagai Nyai Syarifah, Leroy Osmani sebagai Kyai Ali, Oka Antara sebagai Khudori, Eron Lebang sebagai Reza, Pangky Suwito sebagai Ayah Samsuddin, Eda Leman Sebagai Ibu Samsuddin, Berliana Febrianti Sebagai Maryam, Risty Tagor sebagai Ulfa. Dan film ini juga didukung oleh pendatang baru Reza Rahardian sebagai Samsuddin.

Hunting atau pencarian lokasi juga dilakukan dengan seksama dengan sangat detail. Ada beberapa lokasi di Jogjakarta, Jakarta dan Bogor. Untuk Jogjakarta mengambil beberapa lokasi pantai yang dipakai sebagai view dari pemandangan pantai sekitar Pondok pesantren, exterior rumah Kyai Hanan, set Istal Kuda dan tentunya establish dari kota Jogjakarta itu sendiri. Sedangkan Jakarta memilih lokasi dibeberapa bangunan tua di kota lama, Jakarta utara. Beberapa bangunan-bangunan kuno di kota lama ini diset sebagai kampus, Gedung Bioskop Jombang dan pasar Jombang. Khusus untuk Set pasar Jombang ini melibatkan kurang lebih 150 figuran. Selain dua kota tersebut dipilih juga kota Bogor yang terkenal dengan hawa sejuknya. Di kota ini team artistik memanfaatkan sebuah bangunan tua peninggalan Belanda sebagai set Pesantren Al-Huda. Untuk menciptakan suasana pesantren ini, melibatkan lebih dari 200 figuran yang membuat suasana pesantren menjadi lebih hidup dan nampak riil. Selain itu, sebuah rumah tua di salah satu sudut kota Bogor juga digunakan sebagai set rumah Samsuddin.

Selain itu Banyak hal yang menarik selama shooting, dimana pemeran utama Revalina S Temat yang sebelumnya telah berlatih terlebih dahulu selama 1 minggu di Jakarta untuk menunggang kuda, tetap mendapatkan kendala pada saat proses shoting berlangsung, terlebih lagi proses pengambilan adegan menunggang kuda di bibir pantai ini harus dilakukan berulang-ulang yang cukup menguras energi. Dan untuk beberapa adegan menunggang kuda di sebuah padang pasir di Pantai Parangkusumo, Revalina harus digantikan oleh Stunt In yang telah berpengalaman dalam menunggang kuda. Selain itu ada juga sebuah adegan dimana jalanan depan kraton Jogja harus diblokir untuk membuat set adegan pawai bermotor dari kampanye sebuah partai politik ditahun 1996. dalam adegan pawai bermotor ini melibatkan kurang lebih 70 motor dengan jumlah figuran lebih dari 100 orang lengkap dengan atribut parpol yang telah dibuat oleh team artistik dan juga kostum. Selain adegan pawai bermotor ada pula sebuah adegan yang melibatkan 150 figuran di sebuah set istal kuda dipinggir pantai Krakal Jogjakarta, dimana semua pemain terlibat dalam scene ini, sebuah scene yang menguras energi dan emosi, ditengah terik mentari yang menyengat kulit. Semua pemain dan Crew film bahu-membahu untuk menciptakan sebuah adegan yang dramatis. Dengan kesungguhan dan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan tontonan yang bermutu dan akhirnya semua-nya bisa terselesaikan dengan hasil yang memuaskan.

Rangkaian gambar-gambar indah dalam film ini terekam dalam bahan baku film Seluloid 35 Mm. Film ini ingin menghadirkan unsur romance dan drama yang bisa menguras air mata, Sebuah film yang dibuat dengan penuh kesungguhan dan dengan penuh rasa cinta ini akan segera beredar di jaringan cineplex 21 mulai 15 Januari 2009.

Source: Cineplex21, Perempuan Berkalung Sorban Facebook

Film Kung Fu Terbaik Tahun Ini: Ip Man



Jikalau kamu mengaku sebagai penggemar film2 Kung Fu sejati atau suka nonton film2 laga mandarin, film barunya Donnie Yen, “Ip Man” tentu ga boleh dilewatkan begitu aja. Karena menurut gue, film ini mungkin adalah salah satu film Kung Fu terbaik yang pernah gue lihat dan tentunya karya laga terbaik tahun ini. Diangkat dari kisah kehidupan nyata seorang tokoh legenda ilmu silat Wing Chun bernama Ip man, yang merupakan salah satu guru besarnya tokoh legendaris bintang laga ternama Bruce Lee, film ini menawarkan sebuah cerita yang sangat inspirasional dan juga pertunjukan berbagai jurus dan ilmu laga yang jarang2 kita lihat di film sejenis, semuanya disajikan dengan sempurna oleh sang bintang utama Donnie Yen, yang tentunya sudah tidak asing lagi dan telah diakui kehandalannya di persepak terjangan film laga mandarin.
Bila sebelumnya Donnie hanya tampil sebagai bintang pendukung dalam “Painted Skin” ataupun “The Empress and the Warriors,” dimana keduanya tidak begitu memaksimalkan kemampuan bela diri sang bintang, dalam film ini semua penggemar film laga dan tentunya para penggemar Donnie Yen pasti akan sangat terpuaskan oleh penampilannya. Bukan hanya dari segi aksi laga yang disajikan tapi juga dari segi akting yang sangat terlihat matang, dan Donnie pun terlihat sangat mendalami dan menghayati tokoh yang dimainkannya disini.

Film ini mungkin adalah satu catatan yang sangat penting dalam penggambaran kehidupan sang tokoh Kung Fu bersejarah, dimana sebelumnya belum satupun film layar lebar yang pernah mengangkat perjalanan kehidupan Ip Man. Dedikasi Ip kepada ilmu bela diri Wing Chun yang dirintisnya juga dapat dilihat sebagai sebuah bentuk cinta dan penghormatan kepada ilmu Wushu yang dibarengi dengan kebebasan dan semangat yang tidak pernah akan padam.
Ip Man adalah sebuah konsep, jiwa, cara berpikir yang mengilustarikan sebuah tonggak baru dalam perfilman laga Hong Kong. Walaupun dari segi cerita bisa dibilang tidak terlalu original, masih menceritakan perjuangan tokoh dari zero to hero, juga sepak terjangnya dalam melawan penjajahan terhadap bangsanya. Tapi, yang membuat film ini tampil mengagumkan adalah tentu dimulai dari penyutradaraannya yang patut diacungi jempol, ga bakal ada momen yang dianggap membosankan sepanjang perjalanan cerita, adegan drama yang ditampilkan untuk membarengi berbagai aksi seru di film ini pun tidak akan terasa kelewat menggangu karena disinilah pembangunan karakter setiap tokoh akan membawa kita lebih dalam menjelajahi alunan cerita biopik ini. Dan yang pastinya yang bakal bikin kamu lebih jatuh cinta lagi pada film ini adalah koreografinya yang memikat, gerakan2 jurus yang super cepat, bertenaga namun sangat cool dan mantap, ini adalah sesuatu yang baru dan jarang sekali kita lihat tampil dalam film2 Kung Fu sebelumnya.

Ceritanya dimulai dimana kita menyaksikan Ip Man yang hidup sangat bersahaja bersama istri dan anak lelakinya di sebuah bungalow sederhana. Saat itu adalah dipertengahan 1930-an dan daerah Foshan dimana sang tokoh tinggal adalah sarangnya semua aktifitas Kung Fu. Berbagai klub dari setiap aliran ilmu laga berkumpul dan terbentuk, masing masing perguruan berlomba merekrut siswa2 Kung Fu yang bakal saling beradu ilmu dalam duel2 persahabatan yang tentunya juga ajang untuk unjuk kemampuan, siapakah yang punya ilmu terbaik diantara mereka.
Tapi tidak begitu adanya dengan Ip Man, walaupun semua tau kalo tokoh satu ini sebenarnya punya ilmu Kung Fu yang cukup tinggi, tapi dalam kesahajaannya, dia menolak untuk tampil mencolok dan memilih untuk lebih menikmati hari2 bersama keluarganya, tidak ingin mengikuti arus sekitarnya yang membuka perguruan bela diri dan menarik murid sebanyak2nya. Tapi dalam satu kesempatan kita bakal menyaksikan bagaimana Ip man dengan ke-cool-an sifat dan jurus2nya berhasil meredam kesombongan seorang juru bela diri lokal yang penasaran ingin merasakan sendiri sampai dimanakah kecanggihan ilmu yang dimilikinya.
Kemudian kita diajak untuk maju ke beberapa tahun kemudian dalam kehidupan Ip Man dimana Foshan telah jatuh kedalam penindasan dan kolonialisme bangsa Jepang yang waktu itu telah berhasil menjajah sebagian besar daerah di China. Penduduk hidup dalam kemiskinan, tidak terkecuali Ip Man, dia terpaksa melakukan berbagai pekerjaan kasar demi menghidupi keluarganya. Sementara itu, seorang jendral Jepang bernama Miura demi kesenangannya belaka telah membentuk sebuah ajang pertandingan yang akan mengadu para ahli bela diri China dengan teman2 Jepang-nya. Ip Man pun mulai terusik ketika salah satu teman dekatnya, Lam, menghilang ketika menjadi sukarelawan dalam ajang ini. Akhirnya setelah menyaksikan sendiri bagaimana para teman2 sebangsanya diinjak2 martabat dan dikalahkan oleh para Jepang di arena pertandingan itu, Ip Man pun merasa perlu untuk membela dan mempertahankan kehormatan bangsanya dengan melawan para penjajah itu. Terkesan oleh kebolehan Ip Man yang berhasil menjatuhkan 10 petarungnya dalam satu pertandingan, jendral Miura menarik sang tokoh untuk mengikuti pertandingan besar yang ikut mempertaruhkan martabat bangsa China yang tertindas melawan agresi Jepang yang menekan mereka selama ini.



Narasi yang baik dalam sebuah penceritaan biopik adalah sesuatu yang mutlak, dan ini tentunya sangat disadari oleh sang sineas, Wilson Yip, yang ternyata masih bermarga sama dengan sang tokoh cerita. Kita dibawa mengikuti sebuah alur perjalanan kehidupan sang ahli dari awal karirnya hingga kesempatannya untuk meraih nama besar yang dibarengi oleh perjalanan bangsa China waktu itu yang berawal dari kedamaian hingga menjadi porak poranda karena perang dan agresi bangsa Jepang. Keseimbangan penuturan cerita disini sangat terasa, dimulai dengan titik start yang baik dan diakhiri dengan ending yang kuat.
Tata sinematografi yang disajikan pun tak kalah memikat, berbagai setting kuno pada waktu itu ditampilkan dengan sangat detil dan menakjubkan.
Tata koreografi yang diarahkan oleh juga salah satu bintang laga terkenal Samo Hung tentunya tidak perlu dijelaskan lebih panjang lebar lagi, disinilah salah satu letak kekuatan film ini dan kamu harus menyaksikannya sendiri untuk membuktikannya.
Para aktor pendukung lain yang menemani Donnie Yen membangun pengkarakteran film ini juga tampil baik dan masing2 juga cukup memegang peranan penting dalam pengarahan alur cerita sehingga lebih menarik. (JC)

Poin keseluruhan: **** dari ***** (Luar biasa dan sangat sayang untuk dilewatkan!)


Quarantine: Horor Super Tegang dan Super Goyang

quarantine_posterSemakin mengeringnya ide ide segar Hollywood dalam menciptakan sebuah karya film, terutama di divisi horror mengakibatkan para produser pusat perfilman terbesar di dunia ini sibuk melanglang buana mencari sumber2 baru dari berbagai belahan dunia. Setelah horror Asia dirasa sudah tidak begitu diminati pasar mereka lagi, sekarang saatnya buat mereka untuk melirik inovasi2 milik para sineas Eropa. Salah satu hasil contekan Hollywood yang baru saja beredar dan sebentar lagi juga bakal masuk ke jaringan Cineplex 21 adalah “Quarantine,” film horror berbasis handycam yang merupakan jiplakan mentah2 dari film asal Spanyol berjudul “[REC]” yang bisa terbilang juga masih produk yang baru saja beredar, waktu rilis versi original dan remake nya hanya berselang satu tahunan saja. Walaupun para sineas asli film ini kurang begitu menyetujui hasil karya mereka dirilis ulang dalam bentuk remake di negara paman Sam itu tapi mereka juga tidak bisa berbuat banyak karena pihak produser yang telah tergoda oleh iming iming dollar Amerika rela melepaskan hak cipta hasil karya anak bangsa mereka sendiri. Kapan yah para cukong film Hollywood ini melirik karya Indonesia untuk ikutan di-remake disana??
Kalo mau dibilang segar juga sebenarnya ide dari film “[REC]” ini sendiri bisa dibilang tidak terlalu segar juga, karena pemakaian handycam alias kamera genggam sebagai sarana penceritaan sebuah film telah dimulai dari film produksi Hollywood sendiri yaitu “Blair Witch Project” yang kemudian diikuti oleh film monster “Cloverfield.” Lantas kenapa mereka masih menganggap film satu ini penting dan masih bisa menarik penonton bila dibuat versi remakenya? Mungkin karena gebrakan film aslinya itu sendiri yang oleh kepiawaian para sineasnya berhasil menciptakan film yang penuh dengan ketegangan dan menjadi pembicaraan khalayak ramai.

Ceritanya dimulai ketika seorang reporter televisi bernama Angelia Vidal (Jennifer Carpenter) bersama dengan kameramennya meliput kegiatan para petugas pemadam kebakaran dimalam hari untuk sebuah acara reality show. Pada mulanya segalanya berjalan lancer dan Angelia pun tidak sabar menantikan kapan alarm panggilan kebakaran berbunyi, sehingga dia bisa meliput kegiatan para petugas ini diluar markas mereka. Akhirnya harapan Angelia terwujud, panggilan gawat darurat datang dari sebuah apartemen dan langsung saja bersama beberapa petugas, Angelia dan kameramennya meluncur ke tempat kejadian. Sesampainya disana, keadaan tampak sudah cukup lumayan ramai, karena beberapa petugas dari kepolisian juga telah sampai ke lokasi. Sebenarnya apa yang terjadi di apartemen ini? Menurut para penghuni apartemen yang melaporkan kejadian, ada seorang wanita setengah baya yang mengamuk dan menyerang tetangganya dengan cara yang cukup sadis. Mereka pun segera naik ke lantai dimana si ibu ini tinggal, tapi setibanya di kamar sang penghuni, giliran salah satu petugas pemadam kebakaran yang jadi korban amukan si wanita. Panik tak terkendali melihat kejadian yang sangat menyeramkan ini, Angelia dan temannya berusaha tetap meliput peristiwa itu lewat kamera mereka. Ketika keadaan semakin berbahaya, dan ditemukan fakta kalau bukan cuma wanita itu saja yang menunjukkan gelagat aneh seperti binatang liar tapi juga beberapa penghuni apartemen lainnya. Mereka berusaha keluar dari tempat itu, tapi ternyata petugas kepolisian telah mengambil keputusan untuk mengkarantina apartemen ini yang berarti semua orang yang telah berada didalamnya tidak diperbolehkan untuk keluar. Gedung apartemen itu disegel dari luar dan dinyatakan tidak boleh satu orang pun berhak masuk dan keluar dari gedung hingga datang tim penyelidik khusus yang akan memeriksa keadaan dalam apartemen yang diperkirakan telah tersebar satu jenis virus yang mengjangkiti setiap penghuninya begitu cepat hingga membuat mereka berubah bak zombie haus darah. Dari sini dimulailah malam penuh mimpi buruk dan tragedi bagi Angelia, detik demi detik penuh dengan ancaman yang tidak terduga, mereka harus bersiap menghadapi setiap serangan dari salah satu penghuni yang telah terinfeksi dari setiap sudut ruangan.

Lewat kamera sang kameramen inilah setiap adegan dalam film ini akan diceritakan, jadi kita bak menonton sebuah film dokumenter live yang minus musik menegangkan dan tentunya dengan tampilan yang sama sekali tidak stabil alias goyang goyang sepanjang pertunjukan. Jadi bagi yang cepat mabok atau pusing2, dianjurkan sekali untuk tidak coba2 menonton film ini atau kamu bakalan sakit kepala bahkan mual2 ketika keluar dari studio. Sisi bagusnya adalah efek ketegangan yang benar2 terasa dan nyata, jadi siap2 juga terkejut dan terkaget2 karena kemunculan adegan horrornyapun benar2 tidak terduga dan siap menggedor jantung anda setiap saat. Akting para pemainnya juga sangat terlihat natural seakan mereka memang mengalami kejadian sesungguhnya, satu kritikan saja buat Jennifer Carpenter yang memerankan sosok Angelia, dia terlihat terlalu over histeris, tidak seperti pemeran Angelia dalam versi Spanyol yang justru mampu tampil lebih natural.

So, buat yang suka film penuh ketegangan dan pingin menyaksikan sensasi baru dari sebuah film horror yang bikin kepala keleyengan dikit, film “Quarantine” ini pantas disaksikan di bioskop2 terdekat anda. (JC)

GALERI FOTO


powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme