Tampilkan postingan dengan label Rudi Soedjarwo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rudi Soedjarwo. Tampilkan semua postingan

KambingJantan The Movie: Rudi Soedjarwo angkat kambing ke Bioskop

kambingjantanthemovie_buayafilm
Bagi para blogger, blognya dijadikan sebuah buku mungkin adalah bentuk penghargaaan yang yang luar biasa. Apalagi kalo blog kita dijadikan sebuah judul film. Mimpi kale yeeeh..! .

Tetapi buat Raditya Dika, bukan sebuah impian lagi. Udah menjadi kenyataan kalo blog yang dia tulis diangkat kelayar lebar. Blognya yang berjudul Kambing Jantan diangkat kelayar lebat dengan judul Kambing Jantan The Movie.

Kalau yang sudah pernah baca bukunya yang berjudul "KAmbing Jantan : Catatan Harian Pelajar Bodoh", pasti udah tau garis besar ceritanya. bagi yang belum tau begini nih ceritanya:

Selepas SMU, Dika (Raditya Dika), yang juga dipanggil Kambing, harus melanjutkan pendidikan di Adelaide, Australia, mengambil major finance yang tidak sesuai minatnya. Maka dimulailah perjalanan Dika mencari jati diri: apa yang ingin dia lakukan dalam hidupnya sebenarnya?

Ketika dia menjalani kuliah di Australia, problem muncul dengan Kebo (Herfiza Novianti), pacarnya, karena harus menjalani Long Distance Relationship (LDR) yang menyebabkan pengeluaran keuangan sangat besar, komunikasi yang terganggu, dan kehidupan kuliah yang semakin lama membuat mereka berbeda.


kambingjantanthemovie_buayafilmProblem lainnya seperti bagaimana Dika mengalami kesulitan dalam belajar, dan kemunculan Sally Dickson, dosen bule yang lebih mirip tentara wanita, menambah dilema si Kambing dalam menyelesaikan masalah LDR dan finance (dalam dua arti sebenarnya: kebutuhan finance-nya dan sekolah finance-nya).

Pertemuannya dengan seorang teman SD, Ine (Sarah Shaftiri), yang membaca blog Dika berjudul “Kambingjantan”, membuka pikirannya bahwa dia bisa saja jadi penulis komedi. Sedangkan, persahabatannya dengan Harianto (Edric Tjanra), anak Kediri yang juga LDR dengan pacarnya, menambah keyakinan Dika untuk terus menentukan: hidup seperti apa yang dia mau?

Karakter-karakter pendukung lainnya, seperti Mama Dika, adalah cerminan ibu yang berharap banyak pada anak sulungnya, “mama jaman sekarang” yang merasa sangat mengenal anaknya ternyata harus mengakui bahwa anaknya memiliki “kelebihan” lain. Papa Dika dan Adik-Adik Dika menjadi karakter-karakter yang memperkaya unsur komedi cerdas yang ada dalam film ini.

kambingjantanthemovie_buayafilmSiapa sih Raditya Dika ? Beruntung banget dari iseng - iseng nulis blog bisa diangkat kelayar lebar. Raditya Dika adalah seorang penulis Indonesia, komedian, penulis skrip, dan seorang penggiat perbukuan. Raditya mulai dikenal setelah buku pertamanya Kambingjantan (Gagas Media 2005) terbit di pasaran. Buku tersebut hasil adaptasi dari blognya yang dulu beralamat di www.kambingjantan.com. Gaya menulis komedi yang lepas pakem dan apa adanya membuat Kambingjantan jadi bestseller. Gaya nulisnya mungkin dipengaruhi dari Hilman Hariwijaya (penulis, David Sedaris (penulis), Ellen Degeneres (komedian), Jerry Seinfeld (komedian), Judd Apatow (produser film), dan Woody Allen (penulis/sutradara/aktor).

Walau pun ini film pertama Raditya, tetapi dalangnya bukan sembarangan. Film ini disutradarai oleh Rudi Soedjarwo. Sutradara yang dikenal lewat Bintang Jatuh, Tragedi, Ada Apa Dengan Cinta, Rumah Ke Tujuh, Mengejar Matahari, Tentang Dia, 9 Naga, Mendadak Dangdut, Pocong 2, Mengejar Mas-Mas, Cintapuccino,Liar,Sebelah Mata. Apakah film ini merupakan tantangan baru baginya ?
"Film ini soalnya diangkat dari catatan harian yang orangnya masih hidup bukan dari novel fiksi," jawab Rudi.

kambingjantanthemovie_buayafilmFilm ini akan diperankan langsung oleh Raditya Dika. Hal itu sengaja dilakukan sang sutradara karena ingin menampilkan karakter yang nyeleneh dan spontan. Pemain-pemain lainnya pun dipilih dari pendatang baru kecuali Edric Chan yang sebelumnya pernah berakting di film 'Tulalit'.

"Dipilihnya memang muka-muka yang kuliahan sengaja yang nggak film banget," jelas Rudi.

Apakah film ini ada adegan kekerasannya seperti film - film Rudi sebelumnya (Liar, 9 Naga, Sebelah Mata)? Apakah hasil filmnya sama dengan buku atau blognya? Kaya apa sih Raditya itu ?. yah udah gak usah tanya =- tanya lagi, tunggu aja kambing jantan siap berkeliaran di bioskop - bioskop. Cuma kambing ini dong yang boleh masuk bioskop. Mbeeeeeek...!

Bagi temen - teman yang udah buka halaman ini, saya kasih wallpaper komik Kambingjantan gratis.
wlp-raditya-dika
800 x 600
1024 x 768
1680 x 1050







wallpaperharianto
800x600
1024x768
1680 x 1050






wallpaperyousef
800x600
1024x768
1680 x 1050





Cast:
Raditya Dika Nasution- sebagai Raditya Dika
Edric Tjandra - sebagai Haryanto
Herfiza novianti - sebagai kebo
Sarah Savitri - sebagai Ine
Meity Josefina - sebagai mama, dika
Judith Nasution - sebagai Judith, adik dika
Ingga & Anggi Nasution - sebagai Ingga & Anggi, adik Dika
Edgar Nasution - sebagai Edgar, adik Dika

Jenis Film :
Drama/comedy

Salman Aristo, Mouly Surya, Raditya Dika - Penulis Skenario
Rudi Soedjarwo - Sutradara
Rei Supriadi - Penata Kamera
Allan Sebastian - Penata Artistik
Tyas A. Moein - Produser
Irwan Rovani Sabar, Ade Djajamihardja - Co Produser
Lisa Parantean - Line Produser

Produksi :
Indika Pictures/vito Production

Homepage :
http://kambingjantanthemovie.com/



Jangan Cuma Dipandang Sebelah Mata

"Waktu kecil, saya nonton Thomas Americo, Ellyas Pical, sampai Nico Thomas. Bahkan saya sampai ikut-ikutan beli sarung tinju. Tetapi kini spirit pertandingan itu semakin menghilang," tutur Rudi Soedjarwo.
Mencoba mengemas pertarungan para petinju yang ternyata tak hanya terjadi di atas ring tapi juga di kehidupan nyata mereka, Rudi kembali hadir dengan film terbarunya “Sebelah Mata” yang membawanya tampil total bukan hanya sebagai sutradara lagi tapi juga sebagai produser dan penulis cerita. Sempat menyatakan kalau ide cerita film ini terinspirasi dari kisah nyata kehidupan seorang petinju asli, tapi film ini sama sekali tidak merujuk pada satu nama petinju secara persis.
Melanjutkan tema yang mulai dirintisnya dari film “LIAR” kemarin, lagi lagi Rudi mencoba melawan arus utama genre film nasional saat ini. Ketika tema horror, remaja, seks comedy dan religi sedang membludak, Rudi justru mengetengahkan genre sport drama. Idealisme yang patut diacungi jempol karena banyak sineas dan produser yang tak cukup bernyali untuk menekuni genre langka ini. Rudi sendiri mengaku tidak terlalu menaruh target berlebih untuk karya terbarunya ini, "Saya harus latihan, banyak kekurangan pastinya. Ini awal, saya ingin belajar membuat film tinju. Next time, kalau ada uang lebih banyak, waktu lebih banyak saya ingin membuat film tinju yang lebih solid lagi," kata Rudi jujur.Sebelah Mata mengisahkan sosok petinju muda bernama Anton Gabrielle alias The Wonderboy (Robertino). Nama Anton "The Wonderboy" berkibar sebagai juara tinju yang tidak terkalahkan. Masa keemasan rupanya tidak lama berlangsung. Setelah pertandingan sengit, dia terpaksa harus menggantungkan sarung tinju karena cedera saraf di bagian kepala. Bahkan Anton akhirnya mengalami stroke ringan.
Persoalan pun datang bertubi-tubi. Anton menjalani perawatan dan terapi fisik. Biaya pengobatan membengkak. Rumah dan perabotan harus dijual karena tabungan sudah habis. Pacar pun berpaling ke lain hati. Bahkan setelah Anton sembuh, sang ibu jatuh sakit dan membutuhkan banyak biaya.
Dilema muncul saat Anton terimpit masalah keuangan. Wulan (Aimee Juliette), sang promotor oportunis muncul dengan tawaran menggiurkan. Dalam kondisi "cacat", Anton ditantang naik ring untuk melawan juara baru, Franko Moriena alias 'The Punisher' (Didi Riyadi). Kali ini, Anton hanya berbekal restu ibunda, semangat dari sang manajer Reta (Thya Ariesthya), dan arahan teknik dari sang pelatih Chaerul (Dorman Borisman).Fakta fakta seputar Sebelah Mata:
- Didi Riyadi mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga di film layar lebar perdananya ini. Drummer grup band Element ini, langsung dapat pelatihan tinju dari beberapa mantan petinju nasional. “Senangnya, gue yang udah punya dasar bertinju, nggak cuma dilatih teknik bertinju semata, tapi juga mendapatkan cerita-cerita seru dan berharga seputar pengalaman mereka menjadi petinju nasional. Jujur, gue sempat kepikiran, seru juga ya, kalau jadi petinju profesional atau nasional seperti mereka. ” ujar Didi.
- Gara-gara tak bisa memotong habis rambut di kepalanya karena sedang menjalani promosi album solo perdananya, aktor dan penyanyi Irwansyah (23) terpaksa menolak tawaran sutradara Rudi Soedjarwo untuk bermain di film ini.
Namun, kata mantan mahasiswa London School of Public Relations Jakarta ini, usaha Rudi untuk melibatkan dirinya tidak berhenti di situ. "Mas Rudi sudah menyiapkan film lain buatku. Genrenya horor. Pokoknya, tunggu saja deh peranku dalam film horor," ucap Irwansyah, yang selama ini selalu main dalam film-film drama cinta.
- Thya Ariestya rela melepaskan dunia sinetron yang telah membesarkan namanya untuk sementara, demi sebuah peran dalam film ini yang merupakan pengalaman akting layar lebar keduanya. Dalam film ini, Thya berperan sebagai seorang therapist. Untuk mendalami perannya, Tia khusus melakukan riset bagaimana seorang terapis itu melakukan metode fisioterapi.

Resensi film: (Source: Suara Pembaruan Daily)
Sebelah Mata karya Rudi mungkin sulit disandingkan dengan film-film tinju produksi Hollywood layaknya Raging Bull, Ali atau Rocky. Di film ini, Rudi cenderung menonjol bahasa visual daripada dialog. Namun teknik itu menjadi usang, saat dipaksakan masuk ke banyak adegan. Padahal film sepanjang 116 menit ini meng- eksplorasi momentum-momentum dramatis. Gaya minimalis itu makin janggal saat adegan pesta kemenangan dan acara makan bersama.
Tetapi Rudi berargumen dialog memang sengaja ditinggalkan. Bahkan sebenarnya, dia mengaku ingin memangkas dialog dari awal hingga akhir. Kekuatan visual itu sengaja ditonjolkan terutama untuk adegan pertarungan. Sementara sisi drama hanya merupakan tambahan. Boleh jadi, kelemahan berawal dari skenario.
Sayang, Rudi tidak mengemas Sebelah Mata sedekat mungkin dengan realita. Pemilihan sosok Robertino masih kurang pas untuk postur petinju. Sementara dari segi teknik, gaya bertarung pemain di ring lebih mirip aksi petarung jalanan. Tanpa teknik double cover atau clinch, adegan pertarungan di ring tampak tak natural.
Gaya pukulan jab atau uppercut pun terlontar tanpa arah. Padahal tokoh Anton maupun Franko berangkat dari sasana dan tidak dikisahkan berasal dari jalanan. (JC)

Jenis Film :Drama/sport
Durasi : 116 Min

Pemain :
Thya Ariestya
Robertino
Didi Riyadi
Aimee Juliette

Sutradara :Rudy Soedjarwo
Penulis : Rudy Soedjarwo

Tayang mulai 7 Agustus 2008

(Bahan bahan: Suara Pembaruan News, Cineplex 21)

Liar Film Apa Film Liar

Kerja keras adalah energi kami+buayafilm









































Inilah Film Indonesia terbaru yang merupakan propaganda Suzuki dalam memasarkan produk - produknya ke anak muda.

"Liar" adalah sebuah film drama-action yang mengangkat tema romantika dunia pembalap jalanan dengan bumbu kisah percintaan. Berkisah tentang perjuangan dua anak muda Indra (Irgi Ahmad Fahrezi) dan Bayu (Raffi Ahmad) dalam mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pembalap motor. Ketertarikan mereka pada balap motor ini ternyata mendorong mereka mengikuti ajang balapan liar hingga menyeret mereka pada sebuah konflik pertarungan dengan geng motor yang nyaris merenggut nyawa mereka. Berbagai rintangan dan cara mereka tempuh demi meraih impian mereka sebagai pembalap motor sesungguhnya. Namun, ternyata di saat impian nyaris di depan mata, Indra dan Bayu dihadapkan dengan dua pilihan sulit

Akankah mereka berhasil mewujudkan impian mereka atau justru harus merelakan semuanya demi semua yang mereka cintai – termasuk dengan kehadiran Pepi (Asmirandah) dan Monique (Intan Nuraini)- yang selama ini cukup banyak memberi pengaruh dalam kehidupan Indra dan Bayu?

Film yang akan dirilis pada 10 Juli mendatang itu menyuguhkan adegan-adegan kekerasan yang sangat kental. Tak puas dengan adegan saling maki, maka adegan perkelahian dan bumbu darah menambah rasa film ini. Apakah komentar Rudi Soedjarwo sang sutradara mengenai film terbarunya ini. “Pada awalnya sih waktu pak Philip Wirjadi (produser) mengajak untuk membuat film motor. Ya sudah kenapa tidak bikin sekalian dan setengah-setengah,” ungkap Rudi menceritakan awal pembuatan ‘Liar’.
Kalau melihat film-film Rudi sebelumnya, ‘Mengejar Matahari’ atau ‘In The Name Of Love’, yang memang sangat identik dengan adegan berkelahi, baik satu lawan satu maupun masal. Tentu bisa dibayangkan, produk yang bakal dihasilkan oleh sutradara muda ini lewat "Liar".

Banyaknya adegan kekerasan dalam film - film Rudi,ibarat "kerja keras adalah energi kami".

Film ini tidak hanya didukung oleh produsen motor Suzuki dengan banyaknya berseliweran motor - motor Suzuki, tetapi didukung juga oleh Pertamina. Produsen energi motor yang sedang mengubah citranya menjadi lebih baik dengan mottonya " Kerja Keras adalah Energi Kami". Kalo gak didukung bensin Pertamina seperti Pertamax, mau jalan pake apa tuh motor. Apalagi banyak adegan kebut - kebutan. Kalau urusan dunia balap Pertamina maupun Suzuki udah gak diraguin lagi. Pertamina mendukung pembalap muda Doni Tata di Moto GP.
(By Ixeman)

Produksi : Astral Pictures
Sutradara : Rudy Soedjarwo
Penulis : Cassandra Massardi
Pemain : Raffi Ahmad, Irgi Ahmad Fahrezi, Asmirandah, Intan Nuraini

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme