Film Kung Fu Terbaik Tahun Ini: Ip Man



Jikalau kamu mengaku sebagai penggemar film2 Kung Fu sejati atau suka nonton film2 laga mandarin, film barunya Donnie Yen, “Ip Man” tentu ga boleh dilewatkan begitu aja. Karena menurut gue, film ini mungkin adalah salah satu film Kung Fu terbaik yang pernah gue lihat dan tentunya karya laga terbaik tahun ini. Diangkat dari kisah kehidupan nyata seorang tokoh legenda ilmu silat Wing Chun bernama Ip man, yang merupakan salah satu guru besarnya tokoh legendaris bintang laga ternama Bruce Lee, film ini menawarkan sebuah cerita yang sangat inspirasional dan juga pertunjukan berbagai jurus dan ilmu laga yang jarang2 kita lihat di film sejenis, semuanya disajikan dengan sempurna oleh sang bintang utama Donnie Yen, yang tentunya sudah tidak asing lagi dan telah diakui kehandalannya di persepak terjangan film laga mandarin.
Bila sebelumnya Donnie hanya tampil sebagai bintang pendukung dalam “Painted Skin” ataupun “The Empress and the Warriors,” dimana keduanya tidak begitu memaksimalkan kemampuan bela diri sang bintang, dalam film ini semua penggemar film laga dan tentunya para penggemar Donnie Yen pasti akan sangat terpuaskan oleh penampilannya. Bukan hanya dari segi aksi laga yang disajikan tapi juga dari segi akting yang sangat terlihat matang, dan Donnie pun terlihat sangat mendalami dan menghayati tokoh yang dimainkannya disini.

Film ini mungkin adalah satu catatan yang sangat penting dalam penggambaran kehidupan sang tokoh Kung Fu bersejarah, dimana sebelumnya belum satupun film layar lebar yang pernah mengangkat perjalanan kehidupan Ip Man. Dedikasi Ip kepada ilmu bela diri Wing Chun yang dirintisnya juga dapat dilihat sebagai sebuah bentuk cinta dan penghormatan kepada ilmu Wushu yang dibarengi dengan kebebasan dan semangat yang tidak pernah akan padam.
Ip Man adalah sebuah konsep, jiwa, cara berpikir yang mengilustarikan sebuah tonggak baru dalam perfilman laga Hong Kong. Walaupun dari segi cerita bisa dibilang tidak terlalu original, masih menceritakan perjuangan tokoh dari zero to hero, juga sepak terjangnya dalam melawan penjajahan terhadap bangsanya. Tapi, yang membuat film ini tampil mengagumkan adalah tentu dimulai dari penyutradaraannya yang patut diacungi jempol, ga bakal ada momen yang dianggap membosankan sepanjang perjalanan cerita, adegan drama yang ditampilkan untuk membarengi berbagai aksi seru di film ini pun tidak akan terasa kelewat menggangu karena disinilah pembangunan karakter setiap tokoh akan membawa kita lebih dalam menjelajahi alunan cerita biopik ini. Dan yang pastinya yang bakal bikin kamu lebih jatuh cinta lagi pada film ini adalah koreografinya yang memikat, gerakan2 jurus yang super cepat, bertenaga namun sangat cool dan mantap, ini adalah sesuatu yang baru dan jarang sekali kita lihat tampil dalam film2 Kung Fu sebelumnya.

Ceritanya dimulai dimana kita menyaksikan Ip Man yang hidup sangat bersahaja bersama istri dan anak lelakinya di sebuah bungalow sederhana. Saat itu adalah dipertengahan 1930-an dan daerah Foshan dimana sang tokoh tinggal adalah sarangnya semua aktifitas Kung Fu. Berbagai klub dari setiap aliran ilmu laga berkumpul dan terbentuk, masing masing perguruan berlomba merekrut siswa2 Kung Fu yang bakal saling beradu ilmu dalam duel2 persahabatan yang tentunya juga ajang untuk unjuk kemampuan, siapakah yang punya ilmu terbaik diantara mereka.
Tapi tidak begitu adanya dengan Ip Man, walaupun semua tau kalo tokoh satu ini sebenarnya punya ilmu Kung Fu yang cukup tinggi, tapi dalam kesahajaannya, dia menolak untuk tampil mencolok dan memilih untuk lebih menikmati hari2 bersama keluarganya, tidak ingin mengikuti arus sekitarnya yang membuka perguruan bela diri dan menarik murid sebanyak2nya. Tapi dalam satu kesempatan kita bakal menyaksikan bagaimana Ip man dengan ke-cool-an sifat dan jurus2nya berhasil meredam kesombongan seorang juru bela diri lokal yang penasaran ingin merasakan sendiri sampai dimanakah kecanggihan ilmu yang dimilikinya.
Kemudian kita diajak untuk maju ke beberapa tahun kemudian dalam kehidupan Ip Man dimana Foshan telah jatuh kedalam penindasan dan kolonialisme bangsa Jepang yang waktu itu telah berhasil menjajah sebagian besar daerah di China. Penduduk hidup dalam kemiskinan, tidak terkecuali Ip Man, dia terpaksa melakukan berbagai pekerjaan kasar demi menghidupi keluarganya. Sementara itu, seorang jendral Jepang bernama Miura demi kesenangannya belaka telah membentuk sebuah ajang pertandingan yang akan mengadu para ahli bela diri China dengan teman2 Jepang-nya. Ip Man pun mulai terusik ketika salah satu teman dekatnya, Lam, menghilang ketika menjadi sukarelawan dalam ajang ini. Akhirnya setelah menyaksikan sendiri bagaimana para teman2 sebangsanya diinjak2 martabat dan dikalahkan oleh para Jepang di arena pertandingan itu, Ip Man pun merasa perlu untuk membela dan mempertahankan kehormatan bangsanya dengan melawan para penjajah itu. Terkesan oleh kebolehan Ip Man yang berhasil menjatuhkan 10 petarungnya dalam satu pertandingan, jendral Miura menarik sang tokoh untuk mengikuti pertandingan besar yang ikut mempertaruhkan martabat bangsa China yang tertindas melawan agresi Jepang yang menekan mereka selama ini.



Narasi yang baik dalam sebuah penceritaan biopik adalah sesuatu yang mutlak, dan ini tentunya sangat disadari oleh sang sineas, Wilson Yip, yang ternyata masih bermarga sama dengan sang tokoh cerita. Kita dibawa mengikuti sebuah alur perjalanan kehidupan sang ahli dari awal karirnya hingga kesempatannya untuk meraih nama besar yang dibarengi oleh perjalanan bangsa China waktu itu yang berawal dari kedamaian hingga menjadi porak poranda karena perang dan agresi bangsa Jepang. Keseimbangan penuturan cerita disini sangat terasa, dimulai dengan titik start yang baik dan diakhiri dengan ending yang kuat.
Tata sinematografi yang disajikan pun tak kalah memikat, berbagai setting kuno pada waktu itu ditampilkan dengan sangat detil dan menakjubkan.
Tata koreografi yang diarahkan oleh juga salah satu bintang laga terkenal Samo Hung tentunya tidak perlu dijelaskan lebih panjang lebar lagi, disinilah salah satu letak kekuatan film ini dan kamu harus menyaksikannya sendiri untuk membuktikannya.
Para aktor pendukung lain yang menemani Donnie Yen membangun pengkarakteran film ini juga tampil baik dan masing2 juga cukup memegang peranan penting dalam pengarahan alur cerita sehingga lebih menarik. (JC)

Poin keseluruhan: **** dari ***** (Luar biasa dan sangat sayang untuk dilewatkan!)


3 Response to "Film Kung Fu Terbaik Tahun Ini: Ip Man"

  1. Ratman says:

    siiiiiiiiiiiiippppp......
    bagus banget nih pelm emang.....
    gua penggemar pelm action beladiri....

    barang says:

    keren tuh ipman ditonton berkali kalijuga..
    gw suka beladiri

    Anonim says:

    udah pernah di puter di indosiar ini sob,tpi q pengen nonton lgi,tpi ga tau nama judulnya,tpi krna mampir ke sni jdi tau deh,makasi ya

Posting Komentar

SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR ANDA... JANGAN RAGU RAGU DAN MALU MALU, KAMI SIAP MENAMPUNG UNEG UNEG ANDA TENTANG POSTINGAN MAUPUN TAMPILAN BLOG KAMI... SEBELUM DAN SESUDAHNYA KAMI UCAPKAN THANK YOU SO MUCH..!

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme