Tampilkan postingan dengan label Etnik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etnik. Tampilkan semua postingan

Siaga Film : The Raid : SWAT berbau Pencak Silat

The Raid (sebelum diedarkan: Serbuan Maut) adalah film aksi seni bela diri dari Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi oleh Iko Uwais. Sutradara Gareth Evans memang bukan orang Indonesia asli dan sama sekali tidak memiliki darah keturunan Indonesia. Namun beberapa tahun belakangan ini, dia selalu tertarik dalam membuat film-film - baik dokumenter maupun komersil - yang berhubungan dengan kebudayaan Indonesia. Menurut IMDb, Dia bekerja sama dengan aktris senior Christine Hakim dalam membuat sebuah film dokumenter berjudul "The Mystic Arts of Indonesia: Pencak Silat".

Selain diperankan Iko Uwais, film ini juga diramaikan oleh beberapa aktor lain seperti Ananda George, Ray Sahetapy, Joe Taslim, Doni Alamsyah, dan Pierre Gruno.

The Raid, pertama kali dipublikasi pada Festival Film Internasional Toronto (Toronto International Film Festival, TIFF) 2011 sebagai film pembuka untuk kategori Midnight Madness, para kritikus dan penonton memuji film tersebut sebagai salah satu film aksi terbaik sehingga memperoleh penghargaan The Cadillac People's Choice Midnight Madness Award. Film ini diputar juga pada beberapa festival film internasional berikutnya, seperti Festival Film Internasional Dublin Jameson (Irlandia), Festival Film Glasgow (Skotlandia), Festival Film Sundance (Utah,AS), South by Southwest Film (SXSW, di Austin, Texas, AS), dan Festival Film Busan (Korea Selatan), menjadikannya sebagai film komersial produksi Indonesia pertama yang paling berhasil di tingkat dunia.
Film ini adalah kerja sama kedua antara Evans dan Uwais setelah film aksi pertama mereka, Merantau, yang diluncurkan pada tahun 2009. Dengan proyek ini, mereka hendak menonjolkan seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat, dalam tata laga mereka. Penata laga untuk The Raid adalah Iko Uwais dan Yayan Ruhian, sama seperti pada Merantau, dengan sejumlah ide dari Gareth Evans sendiri.
Hak distribusi internasional dipegang oleh Nightmare Distribution. Pada saat showcase di Festival Film Cannes 2011, Sony Pictures Classic Worldwide Acquisition (yang juga mendistribusikan film "Crouching Tiger, Hidden Dragon") membeli hak pendistribusian film ini untuk kawasan Amerika Serikat dan Amerika Latin. Untuk kepentingan mempertinggi popularitas, Sony Pictures meminta Mike Shinoda (anggota Linkin Park) bersamaJoseph Trapanese untuk menciptakan musik latar bagi film versi mereka ini. Akibat permasalahan hak cipta dan rencana pembuatan trilogi, film ini dirilis di Amerika Utara oleh Sony Pictures dengan judul The Raid: Redemption. Hak pendistribusian untuk negara-negara lainnya juga telah dijual kepada Alliance (untuk Kanada), Momentum (Inggris), Madman (Australia dan Selandia Baru), SND (kawasan berbahasa Prancis), Kadokawa (Jepang), Koch (kawasan berbahasa Jerman), HGC (Cina), dan Calinos (Turki).Kesepakatan juga telah dibuat dengan para distributor dari Russia, Skandinavia, Benelux, Islandia,Italia, Amerika Latin, Korea Selatan, dan India ketika film ini sedang dipertunjukkan pada Festival Film Internasional Toronto (TIFF), Toronto, Kanada pada September 2011.

Film 'The Raid: Redemption' mendapat sambutan hangat dari para kritikus dunia. Film karya anak bangsa ini diulas di sejumlah media asing seperti Los Angeles Times,Hollywood.com, dan New York Post.

Lewat ulasannya berjudul 'Armed for the ‘Redemption’' di New York Post, kritikus film Lou Lumenick menyebut, adegan aksi di film "The Raid' brutal dan memacu adrenalin. Ia juga mengatakan, film 'The Raid' tidak ditujukan bagi penonton yang memiliki jantung lemah ataupun masalah dengan perut.

"'The Raid: Redemption' memiliki beberapa plot twist yang rapih dan sedikit banyak karakterisasi dari yang Anda harapkan dari jenis film semacam ini. Namun kebanyakan hal tersebut merupakan impian dari para pecinta laga," ujar Lumenick.

Kritikus Gary Goldstein tak ketinggalan mengulas film garapan sutradara Gareth Evans tersebut dengan tajuk 'The Raid: Redemption' is an action bonanza' di Los Angeles Times. Goldstein menilai, film 'The Raid' kaya akan adegan laga yang mengejutkan. Ia juga tak segan memuji kemampuan Evans dalam menyajikan visualiasi menakjubkan yang bisa membuat mata penonton tak teralihkan.

"Ini melelahkan, menggembirakan, hal-hal memukau yang tidak boleh dilewatkan oleh penggemar film yang dibuat dengan penuh enerjik," ujar Goldstein.

Pujian terhadap film yang dibintangi Iko Uwais ini juga datang dari kritikus film Matt Patches. Lewat ulasannya di Holywood.com, Patches mengatakan bahwa definisi film laga modern bisa diperdebatkan setelah menyaksikan film 'The Raid'.

"Tentu saja mereka memiliki adegan laga- tapi tak ada yang setara dengan apa yang telah dilakukan sutradara Gareth Evans lewat seni bela diri yang hebat sekali, koreografi dengan presisi yang tak terbayangkan," ujar Patches.

Film ini menuai banyak puji, tetapi kalau ada yang teliti akan melihat salah satu screen yang ganjil. Disalah satu adegan kerusuhan dimana seharusnya kalau ada kerusuhan mobil - mobil harusnya berhenti.

Film ini berlatarkan di jantung daerah kumuh Jakarta yang berdiri sebuah gedung apartemen tua yang menjadi markas persembunyian para pembunuh dan bandit kelas dunia yang paling berbahaya. Sampai saat ini, blok apartemen kumuh tersebut telah dianggap tidak tersentuh, bahkan untuk perwira polisi yang paling berani sekalipun. Diam-diam di bawah kegelapan dan keheningan fajar, sebuah tim elit polisi penyerbu berjumlah 20 orang ditugaskan untuk menyerbu apartemen persembunyian tersebut untuk menyergapgembong narkotik terkenal yang menguasai gedung tersebut. Tapi ketika sebuah pertemuan dengan seorang pengintai membuka rencana mereka dan berita tentang serangan mereka mencapai sang gembong narkotik, lampu dalam gedung tiba-tiba padam dan semua pintu keluar diblokir. Terdampar di lantai enam dan tanpa jalan keluar, satuan khusus tersebut harus berjuang melawan penjahat-penjahat terburuk dan terkejam untuk bertahan hidup dalam misi penyerbuan tersebut. Sepertinya akan lebih seru kalau melihat aksinya dengan mata kepala sendiri.




The Lost Bladesman : Perjalanan Aksi dan Cinta Sang Jenderal

The Lost Bladesman
Guan Yu, salah satu pahlawan yang paling dihargai dan jenderal dalam sejarah Tiongkok, hidup dari sekitar 160 -220 SM ditahun-tahun terakhir dari dinasti Han di Cina timur. Dengan keterampilan pertempuran yang mantap, keberanian, kesetiaan dan kebenaran, ia bahkan menjadi dewa yang disembah dalam Buddhisme, Taoisme dan Konfusianisme. julukan-Nya meliputi Prince, Duke, Marquis dan akhirnya gelar anumerta "Saintly Emperor Guan the Great God who Subdues Demons of the Three Worlds and Whose Awe Spreads Far and Moves Heaven”. Julukan ini kemudian disingkat menjadi "Dewa Perang" dan didaerah Hong Kong dan Cina, patung Guan Yu bisa ditemukan di kantor polisi dan tempat-tempat pertemuan anggota triad, karena Guan Yu mencermikan nilai-nilai yang teladan sehingga masyarakat kelas atas hingga dunia hitam memuja-Nya . Ditahun ini, sedikit cerita kehidupan Jenderal Guan Yu kembali dibawa ke layar lebar lewat skenario duo penulis/ sutradara , Alan Mak dan Felix Chong yang script pertama mereka adalah thriller kejahatan ikonik, "Infernal Affairs" satu dekade yang lalu. Dan sebagai salah satu karakter populer dari "Sam Kok", Guan Yu sebelumnya bisa terlihat difilm John Woo "Red Cliff" tapi dia kurang “tampil” dalam film itu. Jadi, "The Lost Bladesman" adalah waktu bagi karakter Guan Yu untuk “tampil” lebih bersinar terutama dengan juara kelas berat industri film saat ini, Donnie Yen , yang berperan sebagai “Sang Jenderal” sekaligus “Jenderal” penata aksi. Diadaptasi secara bebas dari cerita "Guan Yu Melewati Lima Perbatasan Dan Membunuh Enam Jenderal" dinovel sejarah karya Guanzhong Luo "Sam Kok", film ini melihat,kehidupan keberanian dan kesetian Guan dari perspektif Cao Cao ( Jiang Wen ). Dimana satu sisi, Cao takut dengan keberanian dan ketenaran Guan. Tapi ia juga mengagumi-Nya karena Guan adalah pribadi yang bisa mengerti dirinya. Mak dan Chong mencoba untuk menyajikan Guan sebagai karakter yang sangat berbeda dan jauh lebih manusiawi di film ini. Guan juga memiliki cinta tersembunyi dan asmara yang tak terkatakan untuk Qi Lan (Betty Sun), istri dari Liu Bei yang bersumpah saudara dengan_Nya. Pahlawan adalah juga seorang manusia biasa dengan emosi yang benar, kelemahan dan hubungan romantis dengan wanita.
Kombinasi bakat dan kisah sejarah popular membuat film ini salah satu daya tarik terbesar dari film China tahun ini, tapi film ini juga sangat ambisius, sama seperti film John Woo "Red Cliff" , dimana keambisiusan itu malah membatasi emosi dan kejelasan cerita . Untuk sisi bagusnya, masing-masing adegan aksi ditangani dalam gaya yang berbeda, misalnya yang satu terjadi di koridor yang sempit dan melengkung, satu lagi di balik pintu tertutup, dan klimaks di hutan berkabut.

Tetapi mereka yang mangharapkan kemunculan pertarungan “hand to hand combat” ala Ip Man mungkin agak sedikti kecewa karena semua koreografi adegan laga hanya melibatkan berbagai senjata termasuk tombak Guan (sebuah senjata yang memang dinamai menurut nama Guan Yu).Yen juga memberikan akting yang baik sebagai Sang Jenderal Besar dan juga menampilkan beberapa karakteristik Guan Yu yang dikenal orang, seperti saat dia memainkan senjata-Nya dan cara dia mengelus – elus jenggot-Nya. Gerakan kungfu-nya pun cepat, cerdik dan menarik untuk dinonton tetapi beberapa orang yang pernah membaca / mendengarkan cerita Guan Yu akan merasa aneh karena karekter aslinya memiliki badan tinggi besar sementara di film, Yen bisa dibilang versi mininya.


Akting yang paling menonjol dalam film ini adalah dari aktor Cina Jiang Wen (Let the Bullets Fly), yang menggambarkan Cao sebagai pahlawan ambisius yang lebih baik dibandingkan citra aslinya di film – film sebelumnya yang lebih sering negatif, yang culas dan dibenci oleh orang baik. Tapi penggambaran Jiang Wen, Cao Cao adalah orang yang cerdas, pekerja keras dan kadang-kadang bisa menyenangkan. Kekaguman-Nya pada Guan Yu secara eksplisit ditampilkan, dan Jiang Wen juga yang memberikan sebagian besar dialog – dialog cerdas sepanjang film.

Tetapi diending cerita, terdapat kesalahan memberikan terlalu banyak twist, yang malah membuat cerita menjadi sedikit membingungkan. Dibutuhkan beberapa pemikiran ulang untuk mencernah apa yang sebenarnya terjadi, yang melemahkan pesan film secara keseluruhan.

Thor : Satu Lagi Anak Dewa yang Turun ke Bumi

thor
Di tengah ketidakpastian film-film blockbuster bakal tayang atau tidak di bioskop tanah air, kita dibuat iri dengan berita-berita tentang film-film superheroes yang mulai "menyerbu" bioskop di Amerika Serikat. Superhero yang siap beraksi adalah Thor. Salah satu cara "menyambut" kedatangan para super hero tersebut adalah dengan menyediakan tiket yang bisa dikoleksi. Tiket Thor collectible tersebut ada 8 varian yang masing-masing memuat karakter-karakter yang ada di film Thor. Dan juga di setiap tiket khusus ini disertai potongan footage 35 mm dari film Thor. Tiket khusus ini disediakan oleh Hollywood Archives Collectible Inc yang memang merupakan terobosan baru dalam industri film di dunia dan tiket ini bisa dipesan secara online. Makin bikin iri aja nih.

Mungkin kamu tidak terlalu mengenal salah satu tokoh komik Marvel yang bernama Thor . Untuk diketahui Marvel comics mempunyai beberapa tokoh super hero seperti Hulk, Captain America, Iron Man, Hawkeye, Nick Fury, Black Widow, Thor dan beberapa tokoh super hero lainnya.

Marvel comics memang berencana untuk membuat versi film untuk semua tokohnya. Dari beberapa super hero tersebut, beberapa sudah pernah di buat versi filmnya sepeti Hulk, Iron Man, Spiderman, X-Men. Untuk super hero lainnya seperti Captain America segera dibuat versi filmnya, sedangkan Thor siap tayang.

Film ini layak untuk kamu tonton meskipun kamu tidak familiar dengan tokoh super hero ini. Thor (Chris Hemsworth) menceritakan tentang seorang prajurit perkasa yang memiliki kekuatan dan dianggap sebagai bagian dari dewa. Ia adalah putra Odin , penguasa Asgard (kerajaan para dewa). Tetapi karena sifatnya yang arogan dan menyebabkan bangkitnya permusuhan yang sudah berumur ratusan tahun, dia diusir dari Asgard dan diturunkan di Bumi agar hidup membaur dengan umat manusia. Turunnya Thor ke Bumi ternyata membuatnya menjadi salah satu pejuang yang melindungi Bumi.

thor
Didalam pengasingannya, Thor harus membuktikan bahwa ia layak menjadi putra Odin dan kembali bertahta di Asgard. Di bumi, Thor bertemu seorang ilmuwan yang bernama Jane Foster (Natalie Portman), wanita yang mengenalkannya pada kata cinta. Di sini, dia menyadari kesalahannya dan belajar apa yang harus dilakukan untuk menjadi "jagoan sejati".

Bersamaan dengan lahirnya pahlawan baru, muncul juga musuh yang paling berbahaya dari Asgard, ia mengirimkan kekuatan jahat untuk menyerang bumi. Ternyata ada yang tak mengharapkan kembalinya Thor ke Asgard dan berusaha untuk menghancurkan bumi beserta isinya. Thor yang kini sudah menganggap bumi sebagai rumahnya pun tergerak untuk bangkit. Walaupun memiliki kemampuan super namun bukan berarti Thor bakal bisa dengan mudah menanggulangi ancaman ini.
thor
Selain musuh Thor dari Asgard yang menyerang, Film "Thor" telah mengundang reaksi keras bagi organisasi Council of Conservative Citizens (CofCC). Pihak CofCC yang berkantor di St. Louis, Missouri, berencana memboikot film "Thor" via online ketika film 3D tersebut dirilis 6 Mei 2011. Pasalnya, Marvel Studios dianggap menghina kebudayaan kuno dalam mitologi Nordik (kepercayaan masyarakat Eropa Utara) dengan menghadirkan sosok Dewa Heimdall berkulit hitam di "Thor". Padahal selama ini, Heimdall dianggap sebagai "Dewa Putih".

"Sepertinya Marvel Studios percaya kalau orang kulit putih seharusnya tak memiliki keunikan apapun dalam diri mereka," demikian bunyi artikel yang tertulis di website CofCC. "Dalam film yang akan dirilis berdasarkan buku komik Thor, Marvel melakukan penghinaan kebudayaan dengan mengubah karakter Dewa Esir (Dewa yang memegang peranan penting). Salah satu Dewa akan diperankan oleh DJ Hip Hop Idris Elba."


CofCC juga sempat mempertanyakan keputusan Marvel memilih Idris mengingat dalam kisah komik "Thor" kreasi Marvel yang rilis 1960 juga menampilkan sosok Dewa Heimdall berkulit putih. Selain dianggap bernuansa politis, Idris bahkan dinilai mencari sensasi karena tampil sebagai Dewa yang seharusnya berkulit putih.

"Kisah Thor sebenarnya mitos bukan? Thor punya palu yang bisa terbang ke arahnya ketika dia menjentikkan jarinya. Hal itu tidak masalah, tapi kulit saya justru dipermasalahkan?" ujar Idris di saluran TV Kabel Inggris, TV Times, sekitar April. "Jika kalian tahu segala hal tentang mitologi Nordik, Dewa Heimdall tidak terlihat seperti saya namun itulah yang terjadi. Saya rasa kita perlu melakukan kasting berdasarkan banyak tingkatan. Saya rasa kita akan melihat hal itu dan saya hal itu cukup bagus."


Ini adalah versi keempat film Thor dalam versi layer lebar. Untuk versi terkininya, pembangunan naskah film Thor dipercayakan kepada Mark Protosevich, yang bersama timnya; Ashley Miller, Zack Stentz dan Don Payne. Sedangkan penyutradaraannya diserahkan kepada Kenneth Branagh. Branagh menjelaskan, dalam versi terkininya, dia menghadirkan sosok Thor lebih manusiawi, dengan menghadirkan permasalahan dan pemecahannya dari sudut pandang manusia, meski yang diceritakan adalah sosok mitologi.

Branagh dikenal juga sebagai aktor yang handal, selain sutradara dan penulis skenario yang telah teruji. Sejumlah film layar lebarnya banyak mendapatkan apresiatif postif adalah Hamlet (1986), yang juga menempatkannya sebagai nominator penulis skenario terbaik dalam Special Jury Award Nominated - Academy Award for Best Writing untuk skenario adaptasi terbaik. Seperti film Love's Labour's Lost (2000), The Magic Flute (2006), dan As You Like It (2007).
Sebenarnya, proyek film ini dimulai sejak lama, sebelum pihak Marvel Studios menyepakati Protosevich untuk mematangkan skenarionya pada tahun 2006. Pada awalnya nama Matthew Vaughn dipercaya menjadi sutradara pada akhir 2008, sebelum akhirnya digantikan Branagh.

Jika kamu telah menyaksikan film seri Iron Man yang kedua, maka dibagian kredit film akan muncul sebuah tayangan dimana seorang Agen Shield bernama Phil Coulson berada pada sebuah gurun daerah New Mexico. Daerah sekitar gurun terdapat sebuah kawah seperti jatuhnya meteor dan terdapat sebuah palu raksasa.
Itu adalah awal mula Thor diumumkan sebagai proyek selanjutnya dari film The Avengers yang telah dijadwalkan oleh pihak Marvel untuk mulai diproduksi pada tahun 2012 mendatang yang menggabungkan semua super hero Marvel. Film ini dibintangi oleh beberapa nama besar sebut saja Chris Hemsworth (Star Trek) memerankan Thor, Natalie Portman sebagai Jane Foster, Anthony Hopkins sebagai Dewa Odin, Tom Hiddleston sebagai Loki, Jaimie Alexander sebagai Ksatria Asgardian, Clark Gregg sebagai Agent Phil Coulson, Colm Feore, Stellan Skarsgard, Kat Dennings, dan Ray Stevenson juga termasuk dalam jajaran pemain. "Thor".

Dalam dunia Marvel, popularitas Thor tak pernah bisa menandingi Spider-Man atau Wolverine. Itu sebabnya Thor termasuk lambat diangkat menjadi sebuah film. Meski demikian Thor tak pernah lepas dari The Avengers bersama Iron Man dan Captain America. Walau terlambat dibuat film, sesungguhnya karakter Thor sangat potensial, apalagi membawa unsur mitologi. Dengan arahan sutradara Kenneth Branagh dan dukungan bujet yang besar, seharusnya film THOR tak akan terjerembab seperti halnya film "The Punisher.

# Tahun 2005 Matthew Vaughn sempat akan menyutradarai film ini. Saat itu ia menyebut film ini sebagai 'kelahiran seorang pahlawan, perpaduan antara 'GLADIATOR' dan mitologi Norse. Sayangnya ia kemudian malah menyutradarai film superhero Marvel yang lain ('KICK-ASS' dan 'X-MEN: FIRST CLASS').

# Awalnya, Dr Donald Blake, identitas lain dari Thor akan dimasukkan dalam film ini dan Kevin McKidd sempat dipertimbangkan menjadi pemerannya.

# Agustus 2007 lalu, Matthew Vaughn diminta untuk menyutradarai film yang naskahnya digarap Mark Protosevich ini. Matthew sempat akan memulai syuting akhir 2008 lalu sayangnya perjanjian awal hanya sampai bulan Mei. Akhirnya Matthew mundur dan digantikan oleh Kenneth Branagh.

# Di tahun 1990-an, Sam Raimi berencana menyutradarai film ini setelah ia menuntaskan 'DARKMAN' (1990). Belakangan ia kemudian menyutradarai 'SPIDER-MAN' dan sekuelnya.

# Naskah awal yang ditulis Mark Protosevich ternyata terlalu banyak menggunakan special effect dan diperkirakan memakan biaya sekitar US$300 juta. Belakangan Protosevich mengubah naskah yang ia buat agar bujet bisa diturunkan sampai US$150 juta.

# Jim Carey adalah aktor favorit untuk memerankan karakter Loki sejak ia bermain apik dalam film 'THE MASK' (1994) yang juga memunculkan karakter Loki. Nama Josh Hartnett juga sempat dirumorkan akan memerankan Loki.

# Gemma Arterton sempat dipertimbangkan untuk memerankan Jane Foster.

# Brad Pitt, Channing Tatum, Paul Levesque, Daniel Craig, Charlie Hunnam, Tom Hiddleston, Alexander Skarsgård, Liam Hemsworth, Joel Kinnaman sempat dijagokan untuk memerankan Thor meski akhirnya peran ini jatuh ke tangan Chris Hemsworth.

# Jessica Biel dan Diora Baird sempat digosipkan akan memerankan Sif.

# Brian Blessed juga sempat digosipkan akan memerankan Odin.

# Zachary Levi sempat dijagokan untuk memerankan Fandral namun aktor ini mundur karena jadwal yang berbenturan. Dominic Cooper juga bernasib sama dan akhirnya Stuart Townsend yang terpilih. Sayangnya beberapa hari sebelum syuting aktor ini mundur dan Josh Dallas mengambil alih perannya.

# Bulan Desember 2004, David S. Goyer sempat negosiasi untuk menyutradarai film ini.

# Sekitar September 2008 D.J. Caruso sempat akan menangani proyek ini.

# Tahun 2000-an lalu, film ini akan dijadikan film televisi dan aktor Tyler Mane dicalonkan menjadi Thor.

# Tom Hiddleston sempat dipilih karena pernah berkolaborasi dengan Kenneth Branagh dalam drama berjudul 'IVANOV' serial televisi 'WALLANDER'.

# Awalnya, Tom Hiddleston ikut audisi untuk peran Thor, tapi Kenneth Branagh merasa aktor ini lebih cocok untuk peran antagonis dan memberinya peran Loki.

# Tom Hiddleston sengaja diet ketat sejak sebelum syuting sampai pengambilan gambar selesai karena ia ingin Loki terlihat ramping dengan wajah yang ganas.

# Natalie Portman menerima peran Jane Foster karena ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan bermain dalam film adaptasi komik yang disutradarai sosok seperti Kenneth Branagh.

# Menurut Kenneth Branagh, tantangan terbesar film ini adalah memadukan dunia Asgard dan bumi di abad ke-20.

# Kenneth Branagh sendiri adalah fans berat komik THE MIGHTY THOR sejak ia masih anak-anak.

# Anthony Hopkins merasa ada kesamaan antara dirinya dengan sosok Odin.

# Sekali lagi Stan Lee, sang penggagas komik Thor muncul sebagai cameo. Ia memerankan sopir truk yang berusaha mengangkut Mjolnir.

# Seting kota tempat kejadian film ini dibangun di Galisteo, New Mexico.

# Palu bukanlah barang yang asing buat Chris Hemsworth karena ia sempat bekerja sebagai tukang selama beberapa tahun saat ia di Australia.

# Sebelum pilihan jatuh pada Chris Hemsworth, nama Liam Hemsworth, sang kakak, juga sempat jadi pertimbangan.

# Film ini adalah film kedua Natalie Portman yang didasarkan pada komik setelah 'V FOR VENDETTA'.

# Untuk mempersiapkan perannya sebagai Loki, Tom Hiddleston belajar capoeira.

# Anthony Hopkins setuju memerankan Odin meskipun ia tak pernah tahu soal komik Thor ataupun legenda Thor. Ia mendasarkan aktingnya pada konsep hubungan antara ayah dan anak.

# 'THOR' ini adalah film adaptasi komik yang pertama buat Anthony Hopkins. Sebelumnya ia sempat ditawari memerankan Alfred dalam 'BATMAN BEGINS'.

Sumber: Suara Merdeka CyberNews,bicarafilm.com,wowkeren.com,ecranlarge.com,kapanlagi.com,flickmagazine




powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme