Batman Bertarung Kembali Di The Dark Knight

Kalau bicara summertime atau musim panas di Amerika, mungkin ga usah dibahas lagi kalo di musim inilah film-film yang paling dinanti unjuk gigi untuk menghibur para penontonnya. Dan hal yang paling menarik juga yang terjadi di musim panas atau kalo di Indonesia disebut juga sebagai musim liburan panjang ini, para Superhero komik akan saling bersaing dengan versi film mereka masing masing untuk saling menunjukkan kekuatan dalam menarik para pembayar tiket bioskop. Diawal bulan Mei kemarin kita sudah dihibur oleh kemunculan perdana si superhero baja “The Iron Man” yang ternyata mampu meraup penonton yang luar biasa besar. Kemudian di bulan Juni, raksasa hijau “Incredible Hulk” untuk kedua kalinya mengunjungi bioskop bioskop dengan kelanjutan petualangannya. Akhirnya di bulan Juli ini benar benar adalah puncaknya pertarungan para Superhero itu ketika “Hellboy” beraksi kembali dan Batman juga hadir dengan salah satu film yang dikabarkan akan menjadi kemunculan terbaiknya setelah “Batman Begins,” yaitu “The Dark Knight.” Yang perlu dicatat juga adalah kemunculan Superhero versi Will Smith “Hancock” yang ternyata adalah fresh idea untuk versi layar lebar dan bukan diangkat dari komik seperti biasanya. Kembali lagi ke “The Dark knight” yang akan gue bahas disini, berdasarkan apa yang terjadi di negara asalnya sana, Amerika, tiket untuk film ini bahkan telah terjual habis atau sold out saat filmnya sendiri masih tiga minggu lagi baru dirilis. Banyak pertunjukan untuk midnight pun telah terisi penuh, sehingga banyak bioskop menambahkan pertunjukan di jam 3 subuh untuk antisipasi lonjakan penonton. Apakah “The Dark Knight” akan memecahkan rekor baru yang pernah dipegang oleh “Spider-Man 3”? Mungkin pertanyaan ini baru bisa dijawab setelah peluncuran filmnya sendiri pada 18 Juli nanti. Apa sih yang bikin orang tertarik banget pada petualangan baru Batman si manusia kelelawar dari Gotham City ini? Tentunya salah satu yang sangat berdampak besar adalah kesuksesan “Batman Begins” sendiri baik dari segi kualitas maupun kuantitas, film “Batman Begins” dengan luar biasa mampu menghapus citra buruk yang pernah ditorehkan oleh film Batman sebelumnya yaitu “Batman & Robin.” Dan satu hal lagi yang mampu mendongkrak popularitas film ini adalah kemunculan terakhir mendiang Heath Ledger yang meninggal secara tragis tak lama setelah syuting film ini usai. Para penggemar film tentunya sangat tertarik untuk menyaksikan kiprah terakhir aktor ini yang kabarnya juga akan menjadi salah satu penampilan terbaiknya di layar lebar.


Heath di film ini berperan menjadi salah satu musuh bebuyutannya si manusia kelelawar, Joker. Alkisah, melanjutkan cerita dari film sebelumnya, Batman (Christian Bale), Letnan James Gordon (Gary Oldman) dan jaksa wilayah baru di Gotham City, Harvey Dent (Aaron Eckhart) berhasil mewujudkan keamanan di kota mereka dengan memberantas setiap kejahatan yang coba mengambil alih ketenangan kota Gotham. Tapi tak disangka dan tak diduga ternyata ada satu lagi otak kriminal yang mulai mewabah di kota ini yaitu The Joker. Batman dengan segala upaya harus melawan segala kelicikan khas Joker yang akan memaksanya untuk memutar otak lebih keras lagi. Bukan cuma itu tapi Batman juga harus meningkatkan teknologi senjata ataupun kendaraan supernya untuk mampu meredam kejahatan-kejahatan Joker yang mulai kelewatan batas. Melawan segala hal yang pernah dia percayai, Batman atau Bruce Wayne si konglomerat dalam kehidupan sehari-harinya juga harus menghadapi permasalahan cinta segitiga yang mulai terbentuk antara dirinya, wanita idamannya Rachel Dawes (Maggie Gyllenhaal) dan Harvey Dent yang ternyata kemudian akan menjadi salah satu musuh bebuyutannya yaitu The Two Faces.

Batman sebagai salah satu tokoh komik paling terkenal sepanjang masa telah berhasil dijayakan kembali di layar lebar lewat tangan dingin sutradara Christopher Nolan. Dengan niat membawa kembali Batman ke akarnya, Nolan mampu menciptakan karakter Batman yang lebih unggul dalam segala hal dalam “Batman Begins.” Dan itu pulalah yang akan kembali diciptakan dalam film terbaru ini, kemunculan Joker versi baru disini juga akan membawa nuansa yang sangat berbeda dari versi Joker yang pernah muncul di film “Batman” pertama dulu. Sekedar informasi, pemeran Joker pertama adalah Jack Nicholson, si aktor gaek yang ternyata masih menyimpan keinginan besar untuk muncul kembali sebagai karakter ini. Tapi karena faktor usia jelas sangat tidak pantas untuk melihat Joker versi Nicholson dipasangkan dengan Batman versi Bale. Karena itulah Nolan memilih Ledger untuk kembali menghidupkan salah satu bandit paling bersejarah ini, dan dengan membawa semangat baru, tokoh ini telah dirombak habis-habisan oleh mereka. Berbeda dengan imej Joker yang seperti badut dulunya, Joker versi Ledger akan dimake-up acak acakan dengan lebih memunculkan karakter gilanya seorang psikopat sejati, sekejap tata rias dan rambut tokoh ini malah akan mengingatkan kita pada tokoh The Crow yang pernah dipopulerkan oleh Brandon Lee yang ironisnya juga meninggal secara tragis saat syuting filmnya berlangsung.

Tadinya gue gak yakin kalo “The Dark Knight” akan melebihi kemaksimalannya “Batman Begins,” tapi kayanya gue harus meralat pikiran gue itu. Film ini kelihatan akan bisa lebih baik lagi karena disini kita akan menyaksikan Batman bertarung dengan salah satu musuh supernya yang telah dihidupkan kembali dengan lebih serius, lebih gelap dan tentunya lebih gila yang akan benar benar memuaskan para penggemar film ini dimanapun mereka berada. Para pembuat filmnya pun telah menggunakan teknologi yang lebih canggih lagi untuk memaksimalkan unsur unsur action dan special effect film ini. Bahkan Batman juga diperlengkapi oleh sebuah kendaraan baru yang sangat canggih, fresh dan keren abis, yaitu The Batpod. Nolan juga tidak akan berpaling dari segala hal yang telah menyukseskan “Batman Begins” sebelumnya yaitu tetap menghadirkan keseriusan alur cerita dan kekelaman kota Gotham, Batman dan musuh musuhnya. Oleh karena semua itu, kayanya kita bakalan mendapat satu lagi kreasi film Batman yang sangat wajib ditonton pada musim liburan ini. (By JC)

Galeri Trailer “The Dark Knight”:



2 Response to "Batman Bertarung Kembali Di The Dark Knight"

  1. kunderemp says:

    Pertama,
    Ledger tewas setelah semua tugasnya selesai termasuk syuting dan pengisian suara. Syuting TDK selesai kalau tidak salah ingat bulan November 2007 dan ia tewas pertengahan Januari. Ia sedang syuting film lain saat itu.

    Apakah bisa dibilang Ledger tewas tak lama setelah selesai syuting? Aku tidak setuju.

    Kedua,
    Perjalanan Batman juga tidak mulus2 di sini. Ia menginspirasi orang-orang yang juga ia tidak setujui. Akan ada vigilante-vigilante berpakaian 'ala Batman yang malah bikin rusuh suasana di awal film. Itu sebabnya, nanti Bruce Wayne berharap bisa pensiun.

    Ketiga,
    Nolan dari awal tidak memilih Jack Nicholson, bukan karena alasan usia tetapi karena ini Batman baru! Selain itu, Joker versi Tim Burton dianggap tidak sesuai dengan visi Nolan.

    Heath Ledger terpilih karena jauh sebelum audisi dan jauh sebelum naskah ditulis, Heath Ledger sudah bertukar pikiran dengan Nolan dan mereka memiliki kesamaan seperti apakah Joker sesungguhnya.

    Dan aku yang sudah baca komik paling awal di mana Joker muncul (dari bajakan di Internet) berani bilang bahwa Joker ini memang yang paling sesuai dengan keinginannya penciptanya dan itu juga diakui oleh Jerry Robinson, pencipta Joker dan karakter-karakter penjahat lain untuk komik Batman.

    Wajah putih Joker memang make-up, bukan hasil reaksi kimia seperti versi Alan Moore atau di versi Tim Burton. Di komik pertamanya, Joker sempat melepas topengnya dan menyamar jadi polisi (ditandai dengan warna kulit, bukan warna putih). Dan Joker adalah pembunuh tulen, bukan mafia gentleman seperti Joker versi Tim Burton.

    Keempat,
    kalau mengatakan pembuat filmnya menggunakan teknologi yang lebih canggih lagi untuk memaksimalkan unsur-unsur action dan special effect, maka anda SALAH BESAR!

    Christopher Nolan menghindari penggunaan komputer. Efek komputer hanya muncul bila diperlukan seperti efek wajah Two-Face. Sisanya banyak dilakukan dengan manual alias tidak menggunakan teknologi canggih.

    Saat ada truk terbalik, sesungguhnya itu truk yang benar-benar diledakkan hingga terbalik. Cari di youtube dengan kata kunci "semi-truck flip" dan niscaya engkau menemukan pembuatannya. Tidak ada efek komputer atau miniatur di situ.

    Saat Batman terjun dari gedung tinggi di Hongkong, itu benar-benar Christian Bale yang terjun. Dan itu bukan dengan blue-screen atau green-screen seperti selama ini.

    Saat Gotham Hospital diledakkan oleh Joker, itu benar-benar gedung bertingkat, bekas pabrik yang diledakkan. Bukan miniatur dan bukan pula komputer.

    Dan semua itu disengaja oleh Nolan agar The Dark Knight terasa nyata.

    Thanks banget buat ralat2 dan pembenarannya yang sangat detil. And I'm so sorry if there's so many wrong points on my articles.

Posting Komentar

SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR ANDA... JANGAN RAGU RAGU DAN MALU MALU, KAMI SIAP MENAMPUNG UNEG UNEG ANDA TENTANG POSTINGAN MAUPUN TAMPILAN BLOG KAMI... SEBELUM DAN SESUDAHNYA KAMI UCAPKAN THANK YOU SO MUCH..!

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme