Barbi3, sekarang menjajah pria

Satu lagi film drama komedi yang hadir di Indonesia yang siap memberikan persaingan kepada film – film yang lain. Di film yang berjudul Barbi3 (sama sekali gak ada hubungannya sama Barbie, boneka yang terkenal diseluruh dunia itu). Menceritakan tiga orang mahasiswi yaitu,Marion (Titi Kamal), Alya (Poppy Sovia) dan Aline (Francine Roosenda). Tiga mahasiswi paling cantik, kaya (menurut ceritanya) dan sekaligus paling dibenci di kampus. Julukan 'Cewek Bling-Bling' pun dianugerahkan mahasiswa lain karena sikap ketiga gadis itu yang tak sungkan-sungkan mempamerkan harta dan gaya hidup mewah mereka.

Sebagai hobi, Marion, sang ketua geng, menjebak mahasiswa-mahasiswa yang terhitung jelek, kampungan dan lugu buat diajak kencan yang kemudian dipermalukannya. Sudah tidak terhitung pria-pria yang jatuh bertekuk lutut dibawah kaki para cewek bling-bling ini. Salah satu korban terbaru mereka bernama Stanley (Desta Club 80's) cowok baru di kampus mereka yang baru datang dari Surabaya untuk memperbaiki nasib. Di ibu kota, Stanley harus berhadapan dengan suasana pergaulan yang penuh prasangka dan ketidak pedulian di antara sesama mahasiswa.

Alya ditugaskan Marion untuk merayu Stanley dan mengajaknya kencan. Gayung bersambut, Stanley tentu saja merasakan seperti ketiban rejeki durian runtuh karena gadis secantik Alya mengajaknya kencan. Tapi seperti yang bisa diduga ketika Stanley sudah siap berdandan full dan norak (sesuai permintaan Alya), si pria justru ditolak mentah-mentah dan dipermalukan. Ketiga cewek bling-bling tertawa puas melihat korban terbarunya terkena jebakan mereka. Hanya saja kali ini ternyata Stanley lebih sensitif, tak tahan dipermalukan dan memilih untuk bunuh diri. Untungnya usahanya sempat digagalkan oleh Helen (Cathy Sharon), seorang gadis manis, baik hati dan memang dari dulu jadi korban dan bermusuhan dengan ketiga cewek bling-bling tersebut.

Helen-pun melabrak ketiga gadis musuh bebuyutannya dan menuntut pertanggung jawaban mereka. Seperti biasa, Marion, Alya dan Aline tidak ambil perduli dan malah pergi ke sebuah shopping mall untuk belanja dan mejeng.

Mungkin karena karma atas dosa-dosa mereka. Di perjalanan itulah mobil Fancy milik Marion ditabrak oleh bis kampus.

Cerita ini kemudian berlanjut di alam baka ketika roh para gadis remaja ini disidang oleh seorang malaikat (Sujiwo Tejo). Daftar dosa-dosa mereka terhadap para pria membuat ketiganya tidak bisa memasuki surga. Namun mengingat usia mereka masih muda, kesempatan kedua-pun diberikan, dengan syarat selama sebulan mereka diberi masa percobaan untuk kembali ke dunia untuk memperbaiki diri.

Maka dimulailah parade penebusan dosa ketiga mahasiswi cantik matre ini. Caranya? Hanya dengan satu-satunya cara yang mereka tahu. Mem-make over cowok 'jelek' yang pernah mereka permainkan untuk dicarikan jodoh agar bisa hidup bahagia.Satu persatu korban yang mereka dulu tindas didatangi dan dimintai maaf. Proses ini berjalan lancar sampai tiba giliran Stanley dan Helen. Rupanya Stanley memendam luka batin yang lebih dalam dari korban lainnya. Niat Marion, Alya dan Alin untuk bertobat dilihatnya sebagai kesempatan untuk balas dendam. Maka, keadaan pun berbalik. Stanley yang tertindas kini jadi pihak yang menindas. Tapi apakah benar yang mereka lakukan, atau mereka sudah tertular virusnya cewek bling-bling si BARBI3..?! Berhasilkah mereka meyakinkan Stanley bahwa kini ketiganya telah bertobat dan benar-benar ingin berbuat yang terbaik untuk mantan korban mereka? Dan apakah benar yang mereka temui pada saat mereka collapse karena tabrakan adalah malaikat?

Di balik kelucuan-kelucuan yang mengundang tawa segar BARBI3 mengusung pesan moral tentang perbedaan dan keragaman sebagai kenyataan yang indah saat kita mau keluar dari sudut pandang sendiri. Tentang sebuah pernyataan'maaf' yang seringkali meluncur sebagai kata, tetapi jauh dari hati yang tulus. Mudah – mudah yang pesan yang ditangkap tidak memberikan insprirasi bagi cewek – cewek yang kaya dan cantik untuk memamerkan kekayaannya dan mempermainkan orang.

Film ini kayanya gak cocok dikasih judul Barbi3, secara film ini yang pertama bukan yang yang ke – 3. Juga tokohnya tidak mencerminkan tokoh Barbie yang setia kawan, kreatif, dan tidak suka menindas orang. Tetapi persamaannya hanya gaya hidup yang bling – bling . Sebaiknya jangan mengajak anak – anak untuk nonton film ini, apalagi sampai mereka minta.

Cathy Sharon yang berperan sebagai Helen, kayanya lebih cocok memerankan Marion dibandingkan Titi Kamal yang mungkin lebih cocok memerankan Helen. Karena muka Cathy Sharon lebih bling – bling.

Selain didukung aktor dan akris bintang seperti Titi Kamal, Poppy Sovia,Francine Roosenda, Cathy Sharon, Desta Club 80’s, dan Sujiwo Tejo. Fim ini didukung oleh lagu yang bagus yang dinyanyikan oleh Rossa berjudul 'Hey Ladies' diciptakan oleh Melly Goeslaw yang diproduksi oleh PT. Trinity Optima Production, juga lagu Perih dari PT. EMI Indonesia yang dibawakan oleh Andra & The Backbone. Untuk urusan musik, dikerjakan oleh Innerlight & Drago. Sedangkan untuk post production, dilakukan di Technicolor-Bangkok, diantaranya dengan penggunaan tata suara Dolby Digital Stereo.

Kamu - kamu tinggal tungguin aja tanggal 25 September 2008 di bioskop - bioskop terdekat. (Ixe)

Jenis Film : Drama Komedi

Pemain : Titi Kamal, Poppy Sovia, Francine Roosenda, Cathy Sharon, Desta Club 80’s, Sujiwo Tejo

Sutradara : Monty Tiwa
Penulis : Monty Tiwa
Moviesta Writing Team

Produser :
Chand Parwez Servia

Produksi :
Starvision Plus

1 Response to "Barbi3, sekarang menjajah pria"

  1. Aktor Senior says:

    Baca tulisan anda kok makin lama makin ngawur juga yah rekan Ixe??
    Maksud anda apa tentang bilang film ini kayanya gak cocok dikasih judul Barbi3, secara film ini yang pertama bukan yang yang ke – 3? menurut saya pemakaian angka tiga disitu bukannya merujuk kepada 3 sosok anggota geng cewek yang digambarkan dalam film ini?
    Trus kalo anda bilang muka Cathy Sharon lebih bling – bling dibanding Titi, mungkin karena anda meliat pada tampang kebule2annya kan? Sebenarnya pemilihan para produser dengan menempatkan Titi ataupun Cathy pada karakter mereka disini sudah cukup tepat menurut saya. Karena Titi lebih cocok memerankan karakter seperti yang dibawakannya dalam film ini, ga kebayang deh kalo dia meranin sosok Helen yang dibawain Cathy.

Posting Komentar

SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR ANDA... JANGAN RAGU RAGU DAN MALU MALU, KAMI SIAP MENAMPUNG UNEG UNEG ANDA TENTANG POSTINGAN MAUPUN TAMPILAN BLOG KAMI... SEBELUM DAN SESUDAHNYA KAMI UCAPKAN THANK YOU SO MUCH..!

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme