Quantum of Solace: Seru Tapi Tak Ada Yang Baru

quantum_of_solace

Ketika banyak orang menyanjung arah baru yang telah diambil dalam penyutradaraan film Bond lewat Casino Royale, beberapa juga akan mulai berpikir dan bertanya tanya bagaimanakah kelanjutannya nanti di Quantum of Solace ini. Lewat penampilannya dalam Casino, sang aktor Bond yang baru Daniel Craig juga telah menyatakan dirinya mampu menjadi sosok spy flamboyan ini dengan taste yang segar dan sangat pas dengan masa sekarang. Dibanding dengan Bond2 yang lama, sosok dan karakternya yang lebih keras, juga lebih sedikit dalam hal mempermainkan para kaum hawa juga menjadi sesuatu yang khas yang coba dipatenkan oleh sosok Bond masa kini. Dalam film lanjutan ini penonton akan coba diajak lebih mendalami karakter Bond baru ini dan juga bagaimana kekerasan dan sifat pemberontak yang dibawanya dari Casino Royale akan mendapatkan pelajarannya disini. Bagaimanakah Bond mampu meredam semua perasaan marah dan dendam yang dimilikinya, dan yang lebih penting bagaimana langkahnya dalam menuju seorang sosok agen legendaris 007 dari MI6 itu.

Dalam seri Bond ke-22 ini, emosi Bond atas kematian Vesper lebih disorot. Bond pun mellow. Berbeda dari film Bond sebelumnya yang fokus pada masalah terorisme, 'Casino Royale' mencuatkan isu-isu lingkungan. Semacam pembalakan hutan dan eksploitasi minyak di Bolivia. 'Quantum of Solace' adalah jawaban dari film 'Casino Royale' yang lebih berbumbu drama. Yang jelas disini Bond telah meninggalkan line-nya yang paling terkenal yaitu, "My name is Bond, James Bond."
Bagi yang sudah nonton film sebelumnya, pasti sedikit banyak sudah tau kalau Bond punya dendam pribadi atas meninggalnya sang kekasih Vesper yang diperalat oleh orang yang bakal dikejar2nya dalam film ini. Hanya ada beberapa momen yang menunjukkan amarahnya, selepas itu Bond hanya sibuk membunuh para tersangka tanpa pertanyaan lagi. Dia juga lebih keras kepala dan tidak mengindahkan perintah M. Tapi bagi yang baru nonton disini, sepanjang perjalanan cerita, kita ga bakalan secara jelas menemukan motivasi dendam Bond ini. Selain mempertunjukkan Bond yang sibuk mondar mandir dari satu lokasi eksotis ke yang lainnya, menghabisi para antek2 musuh, mengendarai speedboat dan melompat dari pesawat. Skripnya sendiri hampir tidak mampu menyampaikan pada kita rasa sakit hati dan derita Bond yang mengendalikan diri dan setiap misinya.

Gue ga akan coba mereview secara dalam film ini dari segi actionnya, kenapa? Karena gue pikir saat ini sudah terlalu banyak sekali standar film2 aksi yang beredar dan sulit sekali menentukan mana yang bisa mengungguli yang lainnya. Dan gue pikir juga, Quantum of Solace masih membawa segi action yang tipikal dengan film sejenisnya, bahkan dalam beberapa bagiannya di film ini kita bakalan ngerasa seakan kita menyaksikan aksi2 dari salah seorang spy yang lainnya yaitu Jason Bourne dalam film2nya. Dan gue hanya bisa bilang kalau Quantum of Solace punya banyak adegan aksi yang menarik. Tapi tidak hebat. Jadi tidak begitu special.
Hal yang paling mengganggu dari adegan2 actionnya itu sendiri adalah gaya sineas film ini dalam menggunakan teknik editing cepat yang terlalu berlebihan kalo menurut gue. Sama sekali ga mengasyikkan, sekali saja kamu ngedipin mata maka kamu bakal kehilangan semua aksi itu. Seharusnya, Marc Forster, sang sutradara, lebih baik menyajikan berbagai adegan action itu dengan memanfaatkan ‘gaya gaya lama’ saja. Karena gue yakin lebih banyak penggemar Bond yang lebih suka kepada adegan ledakan dashyat yang ‘full frontal’, kejar-kejaran mobil yang seru, juga aksi perkelahian tangan kosong yang lebih lugas.

Hal lain yang cukup mengecewakan dari Quantum of Solace ini adalah kecenderungannya dalam meninggalkan segala hal yang mengaitkannya dengan karakteristik film film Bond sebelumnya. Jadinya yah seperti yang udah gue bilang diatas tadi, dimana disini kita kadang merasa menonton salah satu film Bourne bukannya Bond. Semoga dalam film Bond berikutnya karakter baru yang coba dibentuk sebelumnya dari agen ini bisa lebih diperjelas lagi garis karakteristik Bond-nya, jadi tidak melenceng hingga malah mirip karakter para pesaingnya.

Tapi, terlepas dari semua itu Quantum of Solace masih pantas menjadi sebuah film Bond yang layak tonton. Bukan karena ini adalah sebuah film action yang hebat. Tapi ini adalah film Bond dan disinilah kita bisa menyaksikan perkembangan yang terus digulirkan oleh karakter legendaris ini, dan itu pun belumlah selesai disini. Maka dari itu gue yakin banget pasti ada karya ketiga lagi yang akan melanjutkan Bond versi baru ini. Semoga saja di film selanjutnya, para produser dan juga sutradaranya bakalan lebih matang dalam mempersiapkannya, dan tidak terburu buru lagi hanya karena ingin mencari keuntungan semata dari penikmat film Bond. (JC)

Nilai: 7/10 (Seru tapi ga ada yang baru dan belum mampu melebihi film terdahulu)


1 Response to "Quantum of Solace: Seru Tapi Tak Ada Yang Baru"

  1. PakciQue says:

    Babak lumba kereta di dalam terowong adalah sangat menarik dan sangat cantik. Kalau berdasarkan temubual Daniel Craig di sebuah rancangan, beliau kata 6 buah Aston Martin telah diranapkan. Memanglah, habis semua kereta kau cabut pintu bahagian pemandu. Dan teknologi dan kelengkapan semasa membuat pengambaran tersebut, memang sangat tinggi. [Berdasarkan tontonan di belakang tabir].

    Bacaan Lanjut DI SINI

Posting Komentar

SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR ANDA... JANGAN RAGU RAGU DAN MALU MALU, KAMI SIAP MENAMPUNG UNEG UNEG ANDA TENTANG POSTINGAN MAUPUN TAMPILAN BLOG KAMI... SEBELUM DAN SESUDAHNYA KAMI UCAPKAN THANK YOU SO MUCH..!

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme