My Name is Khan: Sebuah Film dari Hati

mynameiskhan


My Name is Khan. Para pengemar film Bollywood tentu gak asing lagi dengan nama Khan, iya Shahrukh Khan, Mega bintang dari India. Di fim ini nama Khan bisa menjadi soal permasalahan yang melibatkan Agama, Ras, dan sosial. Bagaimana nama Khan dipertanyakan setelah peristiwa 9 September 2001 ? Bagaimana sineas Bollywood memandang pasca peristiwa 9 September? Inilah sedikit ceritanya :

Rizvan Khan (Shahrukh Khan) adalah laki-laki muslim yang terhormat dari India, yang hidup dengan penyakit Sindrom Asperger, hidup bersama ibunya (Zarina Wahab) di wilayah Borivali di Mumbai. Ibunya mendidik Khan tentang karakter dasar manusia dan bagaimana membina relasi antar sesama manusia.

Sang ibu mengatakan bahwa di dunia ini hanya ada 2 tipe manusia, yaitu manusia yang baik dan manusia yang jahat. Kebaikan dan kejahatan manusia itu tidak ada kaitannya dengan suku, agama dan ras. Sang ibu menekankan bahwa tidak ada orang Islam baik dan orang Islam jahat, tidak ada orang Kristen baik dan orang Kristen jahat, tidak ada orang Hindu baik dan orang Hindu jahat.
Kebaikan dan kejahatan ada pada manusia, tetapi itu tidak berkaitan dengan agama dan keyakinan yang dianut manusia tersebut.
Didikan sang ibu tertanam erat dalam benak Khan. Dan Khan merasa didikan ibunya benar. Tetapi realitas yang dihadapi sangat jauh berbeda


Saat ia dewasa , Rizwan pindah ke San Fransisco dan hidup bersama adik dan iparnya. Selama disana, ia jatuh cinta kepada Mandira (Kajol). Mereka menikah dan memulai usaha. Segalanya berjalan lancar dan kebahagiaan perkawinan dilalui tanpa kendala berarti.


Dan tragedy WTC pun terjadi.Setelah peristiwa 9/11, Rizwan dan Mandira mulai menghadapi beberapa kesulitan. Dimulai dari sebuah tragedi, mereka berpisah. Ingin kembali memenangkan hati istrinya, Rizwan melewati sejumlah petualangan diberbagai negara bagian di Amerika. Ketika melanjutkan perjalanannya, Khan mengilhami optimisme dan kegembiraan di dalam hati orang-orang yang dia temui dengan menyebarkan pesan-pesan dari niat baik di mana pun ia menjelajah.

Shah Rukh Khan, pemeran Khan, mengungkapkan bahwa “My Name is Khan” bukan film tentang terorisme atau tragedi WTC. Film ini bercerita tentang hubungan antara 2 orang, antara seorang individu dan negara. Ada 3 komponen penting dalam film ini, yaitu kisah cinta, Islam dan autis.

Khan juga mengatakan, film ini berfokus pada tema tentang hubungan antara dunia Barat dan Islam dan bagaimana hubungan itu banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir.

“My Name is Khan berbicara tentang Islam dan cara pandang dunia terhadap Islam. Kami hanya berusaha untuk mengatakan bahwa hanya ada orang-orang baik dan orang-orang yang jahat. Tidak ada orang Hindu yang baik dan orang Hindu yang jahat. Tidak ada orang Kristen yang jahat dan orang Kristen yang baik. Agama bukanlah kriteria untuk menentukan orang itu baik atau jahat,” kata Khan dalam sebuah wawancara.

Shah Rukh Khan tentu tidak menduga, paranoia Amerika terhadap nama yang berbau Islam benar-benar menimpa dirinya. Peristiwa itu terjadi pada 14 Agustu 2009, saat dirinya berkunjung ke Amerika untuk sebuah pertemuan dengan warga India di sana. Tiba di bandara Newark, New Jersey, tiba-tiba Khan ditahan pihak bandara dan diharuskan menjalani pemeriksaan. Petugas memberitahu dirinya bahwa namanya muncul dalam komputer sebagai nama yang patut dicurigai.

Khan dibawa ke sebuah ruangan khusus yang berisi orang-orang berwajah Asia yang juga sedang diperiksa. Khan mengaku banyak orang yang mengenal wajahnya di bandara. Bahkan ada diantara mereka yang meminta tanda tangannya. Tetapi petugas tetap saja melakukan prosedur pemeriksaan. Khan diperiksa sekitar 2 jam sebelum dibebaskan. Khan dilepas setelah konsulat India bersama pejabat Amerika turun tangan langsung.

Khan mengungkapkan bahwa dirinya sedih dan merasa sangat bersalah saat berada di ruang pemeriksaan. Tetapi itu bukan kesedihan untuk diri pribadinya, melainkan saat melihat orang-orang yang sedang diperiksa di ruangan itu.
“Orang mungkin akan mengenali saya dan melepaskan saya. Tetapi bagaimana dengan orang-orang yang di ruangan itu? Mereka pasti mendapat masalah,” kata pria yang masuk 50 tokoh berpengaruh dunia versi Majalah Newsweek tahun 2008 ini.

Insiden yang sempat menjadi headline di berbagai media internasional ini memicu aksi demonstrasi di India. Mereka marah dan tersinggung tokoh pujaannya menerima pelecehan sejahat itu. Insiden tersebut juga memicu perdebatan diantara para politisi India dan para sineas film.
Sementara itu, ada juga fihak yang curiga insiden di bandara Newark sebagai bagian dari promosi film My Name is Khan. Tetapi hal ini dibantah Khan dan Karan Johar, sang produser.

Peristiwa baru mereda setelah Gubernur California, Arnold Schwarzenegger mengundang Khan makan malam bersama di kediamannya. Sebuah upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan.
Jadi memang benar apa yang dikatakan Shah Rukh Khan.
“Jika Anda memiliki nama berbau Islam, Anda mungkin dianggap sebagai teroris.”
“My Name is Khan..and I am not a terrorist.”
Apalah arti sebuah nama?… demikian Shakeaspere dalam Hamlet.


Film My Name Is Khan merupakan reuni Shah Rukh Khan dan Kajol dangan sang sutradara yang pernah juga mendalangi film Kuch Kuch Hota Hai. Film My Name Is Khan memecahkan rekor box office Inggris. Film yang dibintangi Shah Rukh Khan itu melejit ke nomor enam box office sejak dirilis pada 12 Februari.

Film yang juga diperankan oleh Kajol itu mencetak sejarah sebagai film India pertama yang meraih pendapatan terbesar dalam jajaran box office Inggris. Tercatat, My Name Is Khanmeraup USD1,4 juta sepanjang masa penayangan perdana, 12-14 Februari.

Di Amerika pun, film tersebut menuai sukses. Sepanjang pekan awal penayangan telah meraup USD18 juta.

Tampaknya film ini bakal menuai sukses besar, meski sebelumnya pernah diboikot warga Mumbai, India. Di negerinya sendiri, film tersebut diboikot oleh kaum ekstrimis Hindu.

Bukan karena jalan cerita film yang berbau SARA. Melainkan, kekecewaan mereka terhadap aktor film Kuch Kuch Hota Hai itu yang mendukung pemain kriket Pakistan berlaga di liga India. Pada pemutaran perdana di India, pendemo menurunkan poster dan melempari bioskop yang memutar film My Name Is Khan.

Studio: Fox Searchlight Pictures
Director: Karan Johar
Screenwriter: Shibani Bathija
Starring: Shah Rukh Khan, Kajol
Genre: Drama, Romance



0 Response to "My Name is Khan: Sebuah Film dari Hati"

Posting Komentar

SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR ANDA... JANGAN RAGU RAGU DAN MALU MALU, KAMI SIAP MENAMPUNG UNEG UNEG ANDA TENTANG POSTINGAN MAUPUN TAMPILAN BLOG KAMI... SEBELUM DAN SESUDAHNYA KAMI UCAPKAN THANK YOU SO MUCH..!

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme